JCCNetwork.id-Banjir besar akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kian meluas dan melumpuhkan sejumlah akses vital.
Selain memutus total jalur provinsi penghubung Demak–Semarang, genangan air juga merendam jalur alternatif antarkabupaten dengan kedalaman mencapai 60 sentimeter.
Kondisi terparah terjadi di jalur antarkecamatan Dempet menuju Kebonagung.
Ruas yang menjadi penghubung Demak–Grobogan serta alternatif Demak–Semarang di Desa Tlogosih, Kecamatan Kebonagung, nyaris tidak dapat dilalui kendaraan.
Genangan air yang cukup dalam membuat pengendara, baik roda dua maupun roda empat, memilih menghentikan perjalanan.
Sejumlah sepeda motor terpaksa putar balik untuk menghindari risiko mogok akibat air yang hampir setinggi setengah badan kendaraan.
Salah satu pengendara, Toif, mengaku terkejut dengan kondisi banjir yang semakin parah saat hendak menuju Semarang, Rabu (18/2/2026).
Ia terpaksa mencari rute lain yang lebih jauh demi mencapai tujuan.
“Tadi sudah sampai di tengah-tengah situ, iya putar balik karena banjir mas sampai setengah motor. Ini ya cari jalan lain lewat kota mungkin mas,” ungkap Toif, Rabu (18/2/2026).
Warga Desa Tlogosih, Slamet Pujiono, mengatakan banjir yang merendam wilayahnya merupakan air kiriman dari daerah selatan menyusul jebolnya tanggul beberapa hari lalu.
Luapan air terus bergerak ke arah utara dan merendam permukiman serta akses transportasi warga.
“Ini enggak bisa dilewati mas banjirnya cukup dalam. Ini air dari sana Kebonagung yang tanggul jebol airnya sampai ke sini,” jelas Slamet saat ditemui di lokasi.
Hingga kini, jalur provinsi masih terputus total.
Petugas bersama instansi terkait terus melakukan penanganan darurat di titik tanggul yang jebol.
Namun, tingginya intensitas hujan di wilayah Demak dan sekitarnya menjadi kendala dalam proses perbaikan.
Data sementara mencatat banjir telah berdampak pada tujuh desa di lima kecamatan di Kabupaten Demak.
Meski di beberapa lokasi genangan mulai surut, kawasan di sekitar titik jebolnya tanggul Sungai Tuntang masih terendam dengan ketinggian air bervariasi hingga mencapai satu meter.















