Kemensos-BGN Matangkan MBG untuk Lansia dan Disabilitas

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mematangkan rencana perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya menyasar anak-anak sekolah, tetapi juga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Program ini dirancang sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan, khususnya lansia berusia di atas 75 tahun yang hidup sendiri.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan koordinasi intensif telah dilakukan dengan BGN untuk merumuskan skema pelaksanaan program tersebut. Ia mengungkapkan telah bertemu langsung dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana, guna membahas teknis penyaluran dan kesiapan infrastruktur pendukung.

- Advertisement -

“Semalam saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN, Prof Dadan, untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis untuk lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian. Jadi ini sedang dalam pembicaraan,” ucap Gus Ipul dalam keterangannya dikutip, Rabu (4/2/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang dikelola BGN di berbagai daerah nantinya tidak hanya melayani kebutuhan gizi anak sekolah. SPPG juga akan diberdayakan untuk menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Menurutnya, pelaksanaan program akan berbasis data yang bersumber dari pemerintah daerah. Kemensos akan melakukan asesmen awal terhadap calon penerima manfaat, kemudian hasilnya diserahkan kepada kepala daerah untuk diverifikasi dan ditandatangani sebelum diteruskan ke BGN sebagai dasar pelayanan.

- Advertisement -

“Jadi di SPPG yang ada di sekitar (wilayah) itu juga nanti melayani lansia dan penyandang disabilitas sesuai dengan data yang kami miliki atau data yang kami serahkan. Kami mendapatkan data-data itu nanti dari kepala daerah. Jadi setelah kita lakukan asesmen, lalu kita akan serahkan ke kepala daerah untuk ditandatangani, baru kemudian kita serahkan ke BGN untuk dilayani,” tuturnya.

Selain penyediaan makanan, program MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas juga akan diperkuat dengan kehadiran caregiver atau pengasuh. Kemensos berencana menyiapkan tenaga pendamping melalui pelatihan yang dilakukan secara bertahap.

Gus Ipul menuturkan, selama proses pelatihan caregiver masih berlangsung, distribusi makanan akan tetap berjalan dengan memanfaatkan tenaga pengantar MBG yang sudah ada. Mereka akan bertugas mengantarkan makanan langsung ke rumah-rumah lansia dan penyandang disabilitas.

“Kita awali dengan pelatihan-pelatihan dulu, tapi sebelum mereka misalnya belum selesai mengikuti pelatihan, ya kita akan menggunakan tenaga-tenaga yang mengirim (MBG) ke rumah-rumah lansia dan penyandang disabilitas,” ucapnya.

Dalam skema yang dirancang, BGN akan menjadi pusat pengelolaan program MBG lansia dan penyandang disabilitas, termasuk penganggaran. Sementara itu, Kemensos akan fokus pada penyediaan sumber daya manusia serta sistem distribusi dan pendampingan penerima manfaat.

“Jadi anggarannya nanti kita jadikan satu di BGN, sementara kami menyiapkan yang mengantarkan, yang merawat,” kata dia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Jeremejeff Siap Hadapi Java United

JCCNetwork.id- Penyerang Persija Jakarta, Alexander Jeremejeff, menjadi salah satu pemain yang patut mendapat perhatian menjelang laga melawan Java United FC pada pekan ketiga BRI...

Semeru Erupsi, Abu Capai 700 Meter

FC Seoul Waspadai Persib

Gempa M2,7 Guncang Selatan Bandung

Iran Bersiap Hadapi Perang Besar

KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Prabowo Sebut Sawit “Tanaman Ajaib”, Bisa Hasilkan 57 Produk
08:18
Video thumbnail
Di Depan DPR, Eks Pimpinan KPK Beberkan Fenomena Tujuan Para Koruptor
09:50
Video thumbnail
14 Pejabat Kemenkeu Resmi Dilantik Suahasil, Mayoritas Masuk Jajaran Ditjen Pajak
23:55
Video thumbnail
Di Depan Prabowo Kiai Hasan Gontor Tegaskan Tetap Lebih Memilih Pendidikan #shorts
01:09
Video thumbnail
Prabowo Ungkap Buzzer Bayaran Antek Asing, Sosmed Dibikin Ribut, Rakyat Jangan Gampang Percaya
08:20
Video thumbnail
Bikin Suasana Pecah, Zulhas Candai Cak Imin di Depan Prabowo soal Pilpres
09:27
Video thumbnail
Di Hadapan Presiden Prabowo, KH Hasan Abdullah Sahal Memilih Bicara Apa Adanya
08:14
Video thumbnail
Cerita Mentan Amran Naik Copot Manager Disaat Maba Curhat Sulit Dapat Pupuk
08:08
Video thumbnail
Jawaban Maba Bikin Mentan Amran Kaget, Mau Sukses Ogah Berproses
08:08
Video thumbnail
NasDem Usul Ambang Batas 7 Persen #shorts
02:03
Video thumbnail
Para Pemberantas Korupsi Ternyata Korupsi
01:21
Video thumbnail
Blak blakan KDM Kenang Sosok Danny Setiawan, Ada Satu Momen yang Tak Pernah Dilupakan
08:07
Video thumbnail
Pemilik Lahan Langsung Nurut! Sherly Tjoanda Kasih Pesan soal Larangan Bakar Lahan
08:23
Video thumbnail
Gub Sherly Tjoanda Girang Lihat Bibit Kelapa Siap Tanam dan Terima Kasih ke Pak Presiden, Pak Mentan
08:18
Video thumbnail
Prabowo Pede, Tegaskan Bukan Pemimpin Omon-Omon
10:10
Video thumbnail
Prabowo Beberkan Besarnya Potensi Kelapa Sawit Indonesia
08:34
Video thumbnail
Rakyat Tunggu Kapan Presiden Prabowo Hukum Mati Koruptor Atau Dikirim ke Nusakambangan
12:19
Video thumbnail
Momen Prabowo Candai Kapolri di Gontor, Hanya di Indonesia Kepala Polisi Pakai Kopiah
09:37
Video thumbnail
Rp134,2 Triliun Digelontorkan untuk MBG, Menkeu Sebut Program Makin Tepat Sasaran
08:31
Video thumbnail
Suahasil Beberkan Warisan Krisis 1998 Rp640 Triliun, Benarkah Sudah Tuntas?
08:57

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER