JCCNetwork.id- Penyanyi sekaligus salah satu pendiri grup musik legendaris Grateful Dead, Bob Weir (Robert Wall Weir), dikabarkan meninggal dunia pada usia 78 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan pihak keluarga, yang menyebut Weir meninggal dengan tenang pada Sabtu (10/1) setelah berjuang melawan masalah paru-paru bawaan. Sebelumnya, ia sempat dinyatakan berhasil mengalahkan kanker yang didiagnosis pada Juli 2025.
Dalam pernyataannya, keluarga menyebut Bob Weir sebagai sosok yang memberi pengaruh besar bagi perkembangan musik Amerika. Keunikan karya dan penampilannya dinilai tak hanya menghasilkan musik, tetapi juga membangun rasa kebersamaan di antara para penggemar lintas generasi. Mereka menilai setiap nada dan lirik Weir merupakan bagian dari perjalanan panjang hidup dan kariernya.
Bob Weir lahir pada 16 Oktober 1947 di San Francisco dan diadopsi sejak bayi oleh keluarga yang tinggal di Palo Alto. Masa kecilnya diwarnai berbagai tantangan, termasuk dikeluarkan dari sejumlah sekolah serta pergulatan dengan disleksia yang saat itu belum terdiagnosis. Ketertarikannya pada musik berkembang kuat sejak usia 14 tahun, dengan pengaruh dari gitaris Jorma Kaukonen.
Pertemuan penting terjadi pada malam tahun baru 1963 ketika Weir berkenalan dengan Jerry Garcia, yang kemudian bersama-sama mendirikan Grateful Dead. Grup tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu ikon musik rock Amerika.
Bersama Grateful Dead, Weir terlibat dalam sejumlah album penting, antara lain album perdana bertajuk Grateful Dead (1967), Live/Dead (1969), Workingman’s Dead (1970), American Beauty (1970), Terrapin Station (1977), serta In the Dark (1987) yang melahirkan hit populer “Touch of Grey” dan menembus tangga lagu Billboard. Grup ini juga merilis album live Dylan & the Dead pada 1989.
Kepergian Bob Weir meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, penggemar, serta dunia musik internasional yang kehilangan salah satu figur penting dalam sejarah rock.























