Minyak Tanah dan LPG Melonjak Saat Nataru, Pertamina Pastikan Distribusi Tetap Aman

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork. id- PT Pertamina (Persero) mencatat lonjakan konsumsi energi nasional selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Kenaikan terjadi pada bahan bakar minyak (BBM), minyak tanah, LPG, hingga avtur, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi sejak pertengahan November hingga akhir Desember 2025.

- Advertisement -

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa perusahaan telah mengantisipasi tren tersebut dengan memperkuat pasokan dan pengawasan distribusi energi di seluruh wilayah Indonesia.

Seluruh infrastruktur energi dan personel operasional disiagakan untuk menjaga kelancaran layanan selama periode padat konsumsi.

“Pertamina memastikan pasokan BBM, LPG, dan Avtur tetap aman dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Baron, Jumat (2/1/2026).

- Advertisement -

Data Satgas Nataru Pertamina menunjukkan, konsumsi BBM ritel pada periode tersebut mengalami kenaikan dibandingkan rata-rata pemakaian September–Oktober 2025.

Konsumsi bensin (gasoline) naik lebih dari 0,7 persen, solar (gasoil) meningkat sekitar 0,6 persen, sementara minyak tanah (kerosene) melonjak signifikan lebih dari 9,7 persen.

Kenaikan tajam konsumsi minyak tanah terutama terjadi di wilayah yang belum sepenuhnya menjalani program konversi ke LPG, seperti sebagian Kalimantan Timur, Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur, serta sejumlah wilayah kepulauan terpencil.

Aktivitas masyarakat yang meningkat selama perayaan Natal menjadi faktor pendorong utama lonjakan tersebut.

Selain BBM, konsumsi LPG juga tercatat meningkat sebesar 3,2 persen. Angka ini mencerminkan meningkatnya aktivitas rumah tangga dan usaha mikro selama libur panjang akhir tahun.

Di sektor penerbangan, konsumsi avtur turut terkerek naik sebesar 3,9 persen. Peningkatan ini sejalan dengan melonjaknya jumlah penumpang angkutan udara, ditopang kebijakan diskon tiket pesawat sebesar 10 persen selama periode Nataru.

Menghadapi potensi lonjakan lanjutan hingga awal 2026, Pertamina menegaskan komitmennya menjaga ketahanan pasokan energi nasional hingga masa Satgas Nataru berakhir pada 11 Januari 2026.

Baron menyebut aktivitas masyarakat diperkirakan masih tinggi seiring libur sekolah dan penerapan kebijakan kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA).

Tak hanya fokus pada wilayah dengan konsumsi tinggi, Pertamina juga memberi perhatian khusus pada daerah terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra.

Distribusi BBM dan LPG tetap diupayakan berjalan secara bertahap untuk mendukung pemulihan aktivitas masyarakat.

“Di wilayah terdampak bencana, kami memastikan layanan energi tetap tersedia agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkas Baron.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Real Madrid vs Espanyol 5-2: Laga LaLiga 2026

JCCNetwork.id — Real Madrid tampil luar biasa saat menghadapi Espanyol dalam laga LaLiga 2026. Los Blancos berhasil mengamankan kemenangan meyakinkan dengan skor 5-2 dalam...

Rupiah Menguat ke Rp17.794

Inter Milan Menggila! Monza Dihajar 4-1

Sindikat Materai Palsu Dibongkar

Rektor Unsoed Terjaring OTT KPK

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER