JCCNetwork.id — Persiapan pelaksanaan Muktamar KAMMI XIV di Kota Ambon, Maluku, terus dimatangkan. Panitia Muktamar KAMMI XIV melakukan audiensi dengan jajaran pimpinan besar dan manager Angkasa Pura Ambon sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan membangun sinergi menjelang kedatangan peserta serta tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia.
Audiensi tersebut menjadi salah satu langkah strategis panitia untuk memastikan seluruh rangkaian penyambutan peserta berjalan dengan baik. Dalam pertemuan itu, panitia menyampaikan gambaran umum mengenai pelaksanaan Muktamar KAMMI XIV sekaligus agenda besar yang akan mempertemukan kader dan delegasi KAMMI dari berbagai wilayah Indonesia di Ambon, Sabtu 22/08/2026.
Pimpinan Besar Angkasa Pura Ambon, Johan Seno Acton, menyambut baik inisiatif panitia yang datang secara langsung untuk membangun komunikasi sejak tahap persiapan.
Ia menilai kepercayaan KAMMI menjadikan Maluku sebagai tuan rumah Muktamar XIV merupakan sebuah kehormatan sekaligus peluang positif bagi daerah.
“Terima kasih kepada teman-teman KAMMI yang telah mempercayakan Maluku sebagai tuan rumah Muktamar. Tentunya kegiatan ini juga dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata lokal, karena Ambon dan Maluku memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi,” ujar Johan.
Menurutnya, kehadiran peserta dan tamu undangan dari berbagai daerah tidak hanya memberikan dampak terhadap pelaksanaan agenda organisasi, tetapi juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat potensi wisata, budaya, dan kekayaan Maluku.
Pihak Angkasa Pura Ambon juga menyatakan komitmennya untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan panitia guna mendukung kelancaran kedatangan peserta dan tamu undangan Muktamar KAMMI XIV.
Kesiapan pelayanan di bandara menjadi salah satu aspek penting dalam menyambut para peserta yang akan tiba dari berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, koordinasi antara panitia dan pihak bandara diharapkan mampu memastikan proses kedatangan berlangsung tertib, nyaman, dan memberikan kesan positif bagi para tamu.
Sementara itu, Ketua Panitia Muktamar KAMMI XIV, Isrun Fatsey, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Angkasa Pura Ambon atas sambutan dan keterbukaan dalam membangun komunikasi dengan panitia.
“Terima kasih banyak atas kerja sama yang telah dibangun antara KAMMI dan Angkasa Pura. Sebagai mitra kemahasiswaan, pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung berbagai agenda positif ke depan, termasuk ikut memajukan daerah dan mengawal agenda-agenda pemerintahan,” kata Isrun.
Isrun menegaskan, Muktamar KAMMI XIV tidak hanya dipandang sebagai agenda internal organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Ambon dan Maluku kepada peserta yang datang dari seluruh Indonesia.
Menurutnya, kehadiran ribuan kader, delegasi, dan tamu undangan diharapkan mampu memberikan “multiplier effect” bagi daerah, baik dari sisi ekonomi, pariwisata maupun penguatan jejaring antarlembaga.
“Kami berharap Muktamar KAMMI XIV di Ambon dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan Maluku lebih luas kepada masyarakat Indonesia. Kami juga ingin memastikan bahwa kehadiran KAMMI di Maluku dapat memberikan manfaat dan meninggalkan kontribusi positif bagi daerah,” ujar Isrun.
Audiensi dengan Angkasa Pura Ambon sekaligus menjadi bagian dari rangkaian upaya Panitia Muktamar KAMMI XIV membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Maluku.
Sinergi antara KAMMI, Angkasa Pura, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat diharapkan terus diperkuat agar pelaksanaan Muktamar tidak hanya sukses secara organisatoris, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan daerah.
Muktamar KAMMI XIV di Ambon diharapkan menjadi ruang konsolidasi nasional bagi organisasi sekaligus momentum memperkuat semangat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan Maluku.
Dipilihnya Ambon sebagai tuan rumah juga menjadi kesempatan bagi KAMMI untuk menunjukkan bahwa Maluku merupakan daerah yang terbuka, siap, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan nasional, sekaligus memiliki kekayaan wisata dan budaya yang layak diperkenalkan kepada seluruh Indonesia.






















