Harga Es Batangan di Aceh Barat Daya Tembus Rp100 Ribu

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Harga es batangan di Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, melonjak tajam hingga menembus Rp100.000 per batang. Kenaikan drastis ini terjadi seiring padamnya aliran listrik yang telah berlangsung sekitar tiga pekan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah sekitar, yang berdampak pada terganggunya rantai pasok kebutuhan masyarakat.

“Kondisi ini menambah beban berat nelayan dan pelaku usaha UMKM di Aceh Barat Daya,” kata Sekretaris Yayasan Supremasi Keadilan Aceh (Saka) Erisman dikutip dari Antara, Rabu (17/12/2025).

- Advertisement -

Sekretaris Yayasan Supremasi Keadilan Aceh (Saka), Erisman, mengatakan lonjakan harga es batangan telah menambah beban berat nelayan serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh Barat Daya. Pasalnya, es batangan merupakan kebutuhan utama nelayan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ikan sebelum dipasarkan.

“Biasanya harga es hanya Rp 30.000 per batang, kini melonjak lebih dari tiga kali lipat. Ini memberatkan nelayan dan berdampak langsung pada biaya operasional serta harga jual ikan hasil tangkapan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga tersebut dipicu oleh terhentinya produksi es lokal akibat krisis listrik yang belum tertangani. Akibatnya, pasokan es batangan harus didatangkan dari luar daerah, bahkan dari provinsi lain seperti Sumatera Utara, sehingga biaya distribusi menjadi lebih tinggi dan berdampak langsung pada harga jual di tingkat nelayan.

- Advertisement -

Menurut Erisman, kondisi ini berpengaruh signifikan terhadap biaya operasional nelayan dan pada akhirnya mendorong kenaikan harga ikan di pasar. Nelayan terpaksa menanggung beban tambahan di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.

Tidak hanya nelayan, pelaku UMKM di Aceh Barat Daya juga ikut terdampak. Selain persoalan listrik dan mahalnya es batangan, masyarakat saat ini juga menghadapi kelangkaan gas LPG subsidi ukuran tiga kilogram. Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku usaha kecil terpaksa menghentikan aktivitas produksi karena tidak mampu menutup biaya operasional.

Ironisnya, Aceh Barat Daya bukan merupakan daerah yang secara langsung terdampak bencana alam. Namun, efek domino dari gangguan infrastruktur di wilayah sekitar menyebabkan masyarakat setempat ikut merasakan dampak serius, mulai dari listrik padam berkepanjangan, kelangkaan LPG, hingga melonjaknya harga kebutuhan penting bagi nelayan.

“Ini darurat sosial yang harus segera ditangani (oleh pemerintah daerah),” katanya.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya untuk segera mengambil langkah konkret guna mengatasi permasalahan tersebut. Pemerintah daerah diminta hadir dengan kebijakan cepat, termasuk memfasilitasi ketersediaan es batangan bagi nelayan serta memastikan distribusi LPG subsidi berjalan normal agar harga tetap terjangkau.

Erisman menambahkan, meskipun sebagian masyarakat di pedesaan masih bisa beralih menggunakan kayu bakar, kondisi tersebut tidak dapat diterapkan bagi pelaku usaha dan warga yang tinggal di kawasan perkotaan.

“Kalau warga di pedesaan memang bisa beralih ke kayu bakar, tapi bagaimana dengan pelaku usaha dan warga yang bermukim di kota, gas dan es bukan sekadar kebutuhan, tetapi penopang ekonomi rakyat,” pungkas Erisman.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Hodak Bungkam Usai Persib Ditahan Persebaya 2-2

JCCNetwork.id- Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memilih irit bicara usai timnya bermain imbang 2-2 melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026....
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Aksi Menggemaskan Anjing Ini Tampil Lihai Bermain Voli Pantai #shotrs #trending
00:38
Video thumbnail
Demi Berobat, Pasien Dibonceng dan Diikat Kain Menuju Fasilitas Kesehatan #shotrs #trending
01:40
Video thumbnail
Momen Tak Terduga Beli Gorengan, Malah Dapat Bonus Tikus #shotrs #trending
00:26
Video thumbnail
Ketika Ibu-Ibu Hadapi ODGJ, Cukup Pakai Peluit dengan Ketenangan #shotrs #trending
00:26
Video thumbnail
Aksi Kompak Parkir Mobil Sampai Dibantu Putar Setir #shotrs #trending
00:48
Video thumbnail
Momen Pertemuan Ibu dan Anak Setelah 9 Tahun Berpisah #shotrs #trending
01:45
Video thumbnail
Bukan Sekadar Pelapis, Pemain Muda Siap di Panggil Tumnas #shotrs #trending
01:02
Video thumbnail
Bukan Sekadar Pelapis, Pemain Muda Siap di Panggil Tumnas
02:24
Video thumbnail
Komisi III DPR Minta Jamwas Tegur Jaksa yang Tuding DPR Intervensi Kasus ABK Fandi #shotrs #trending
01:41
Video thumbnail
Meski Bisa Dibantu, KDM Pilih Angkat Koper Sendiri Tanpa Merepotkan
00:34
Video thumbnail
20 Tahun Stagnan, Insentif Guru Honorer Baru Naik di Era Prabowo #shotrs #trending
01:33
Video thumbnail
Aksi Pencurian Saat Hujan, Tiga Pria Gasak Kotak Sampah #shotrs #trending
00:24
Video thumbnail
ABK Dituntut Hukuman Mati, Komisi III DPR: Jangan-jangan Jaksa Ini Bagian dari Mereka? #shotrs
01:09
Video thumbnail
Detik-Detik HP Raib di Gondol Pencuri di Kios Chicken #shotrs #trending
02:15
Video thumbnail
Aksi Kocak Saat Anak Kecil Adu Mental dengan Ayam #shotrs #trending
00:14
Video thumbnail
Tangis Kapten Sea Dragon Pecah #shotrs #trending
00:59
Video thumbnail
Teddy Luruskan Isu Pendanaan MBG #shotrs #trending
01:48
Video thumbnail
Teddy Luruskan Dana MBG
08:28
Video thumbnail
Detik-Detik Diduga DC Hadang Pengendara di Tengah Jalan #shotrs #trending
02:41
Video thumbnail
Aksi Nyeleneh Bule Mancing di Genangan Banjir di Jalanan #shotrs #trending
00:22

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER