JCCNetwork.id- Peran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dinilai menjadi faktor krusial dalam penanganan bencana di berbagai daerah. Tanpa keterlibatan Polri, proses penanggulangan dinilai akan berjalan lebih kacau, baik dari sisi evakuasi, distribusi bantuan, hingga pengamanan wilayah terdampak.
Hal tersebut disampaikan Direktur Haidar Alwi Institute, Sandri Rumanama, yang menegaskan bahwa kehadiran Polri di lokasi bencana tidak semata menjalankan tugas keamanan, tetapi juga mengemban misi kemanusiaan.
Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri turut berperan aktif dalam proses penyelamatan korban, pendistribusian logistik, serta pengamanan objek-objek vital negara yang terdampak bencana.
“Polri hadir bukan hanya untuk keamanan, tetapi juga misi kemanusiaan. Mereka terlibat langsung dalam evakuasi, distribusi bantuan, hingga pengamanan fasilitas vital. Sangat riskan jika Polri tidak dilibatkan dalam penanganan bencana,” kata Sandri, dalam Podcast JCCNetwork.
Dalam beberapa pekan terakhir, Sandri juga menyinggung adanya penilaian dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat internasional yang menempatkan kepolisian Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di dunia dalam menjalankan tugas ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta misi kemanusiaan.
Selain menyoroti peran Polri di lapangan, Sandri menekankan pentingnya penyelidikan mendalam terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga beroperasi tidak sesuai ketentuan hingga menyebabkan kerusakan lingkungan. Menurutnya, banjir besar yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh tidak bisa hanya dipandang sebagai bencana alam semata, melainkan juga harus ditelusuri dari aspek hukum.
“Bencana ini bukan hanya soal penanganan di lapangan, tetapi harus dibarengi dengan proses hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang diduga merusak lingkungan,” tegasnya.
Sandri juga optimistis terhadap langkah Polri yang saat ini tengah menyelidiki dugaan aktivitas ilegal di sejumlah kawasan lahan di tiga provinsi tersebut. Ia menyadari adanya tantangan besar, terutama jika terdapat dugaan keterlibatan pihak-pihak yang memiliki pengaruh besar.
“Rintangan itu wajar. Tapi saya optimis semua bisa diungkap oleh kepolisian, apalagi di era pemerintahan Presiden Prabowo yang mendorong penegakan hukum secara tegas,” pungkasnya.



