Polisi Hong Kong Tahan 13 Tersangka Kebakaran Wang Fuk Court

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kepolisian Hong Kong menambah jumlah tersangka terkait kebakaran besar yang menghanguskan delapan bangunan apartemen di kompleks Wang Fuk Court, Distrik Tai Po. Total 13 orang kini ditahan, setelah penyidik menetapkan 10 tersangka baru dalam pengembangan penyelidikan yang terus dilakukan pascakebakaran pada 26 November lalu.

Ketiga tersangka awal—dua manajer dan seorang insinyur perusahaan konstruksi—lebih dulu diamankan pada pekan lalu. Kepolisian menduga para tersangka memiliki tanggung jawab langsung terhadap aspek keselamatan konstruksi dalam proyek renovasi yang sedang berlangsung di area apartemen tersebut.

- Advertisement -

Dalam konferensi pers resmi, aparat berwenang menyebut para tersangka dijerat dengan dugaan pembunuhan akibat kelalaian. Tuduhan itu diperkuat oleh temuan sementara mengenai material konstruksi yang dipakai dalam proyek tersebut.

“Terdapat temuan tujuh dari 20 sampel jaring konstruksi yang tidak memenuhi standar ketahanan api di lokasi kebakaran,” demikian pernyataan resmi Kepolisian Hong Kong, dilansir kantor berita Xinhua, Selasa (2/12).

Sumber-sumber media Tiongkok melaporkan titik awal api berasal dari perancah bambu yang dipasang untuk renovasi salah satu gedung di Wang Fuk Court. Angin kencang diduga memperbesar kobaran dan menjalar cepat ke bangunan lain yang posisinya saling berdekatan, hingga akhirnya delapan blok apartemen hangus dalam waktu singkat.

- Advertisement -

China Central Television (CCTV) menyatakan insiden ini menjadi pukulan besar bagi otoritas keselamatan konstruksi Hong Kong. Sementara South China Morning Post (SCMP) menyoroti kemarahan publik yang menuntut evaluasi menyeluruh terhadap standar bahan bangunan serta prosedur keselamatan proyek perumahan bertingkat.

Kebakaran tersebut juga tercatat sebagai yang terparah di Hong Kong dalam lebih dari satu dekade terakhir. Berdasarkan laporan terbaru yang dikutip dari Antara, jumlah korban meninggal telah mencapai 151 orang. Lebih dari 30 lainnya masih dinyatakan hilang dan operasi pencarian terus berlanjut di area reruntuhan.

Otoritas berjanji akan mempercepat proses identifikasi korban serta memastikan keluarga terdampak mendapatkan dukungan penuh, termasuk bantuan medis dan layanan konseling. Pemerintah setempat juga tengah mengkaji langkah hukum lanjutan terhadap pihak perusahaan yang terlibat dalam proyek renovasi.

Penyelidikan penyebab pasti kebakaran direncanakan akan diperluas dengan melibatkan pakar keselamatan bangunan, guna memastikan akuntabilitas para pihak yang dinilai lalai hingga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER