JCCNetwork.id- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 83 orang. Angka tersebut menjadi bagian dari pembaruan data penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah terdampak.
Korban meninggal dunia tersebar di beberapa kabupaten. BNPB mencatat masing-masing dua korban berada di Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Nagekeo. Sementara itu, satu korban tercatat di Kabupaten Ngada.
Selain korban meninggal, jumlah warga yang mengalami luka-luka juga terus bertambah. BNPB melaporkan sebanyak 986 orang mengalami luka akibat gempa tersebut. Jumlah itu meningkat 79 orang dibandingkan laporan sebelumnya.
Dampak gempa juga memaksa puluhan ribu warga meninggalkan tempat tinggal mereka. Hingga pembaruan data terakhir, jumlah masyarakat yang mengungsi mencapai 110.785 jiwa.
Jumlah tersebut meningkat 18.050 jiwa dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 92.735 orang mengungsi. Peningkatan jumlah pengungsi menunjukkan masih besarnya kebutuhan penanganan dan perlindungan bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Kerusakan juga terjadi pada puluhan ribu rumah warga. BNPB mencatat total 44.946 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.176 rumah masuk kategori rusak berat. Kemudian, 9.758 unit dikategorikan rusak sedang, sedangkan 18.013 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Wilayah dengan jumlah rumah terdampak paling banyak berada di Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Manggarai. Kerusakan rumah di sejumlah daerah tersebut menjadi salah satu fokus dalam penanganan pascagempa.
Besarnya jumlah korban, pengungsi, dan bangunan yang terdampak membuat penanganan bencana harus dilakukan secara terpadu. Pendataan korban dan kerusakan terus diperbarui untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi.
Pemerintah daerah bersama unsur penanggulangan bencana juga perlu menyesuaikan penanganan dengan perkembangan kondisi di lapangan, terutama terkait kebutuhan pengungsi, pelayanan bagi korban luka, serta penanganan rumah yang mengalami kerusakan.
BNPB menyatakan data korban dan dampak bencana masih dapat berubah seiring proses pendataan dan verifikasi di wilayah terdampak. Karena itu, perkembangan jumlah korban, pengungsi, maupun kerusakan bangunan masih terus dipantau.
Dengan 83 korban meninggal dunia, 986 orang luka-luka, lebih dari 110 ribu pengungsi, serta hampir 45 ribu rumah terdampak, gempa NTT menjadi bencana dengan dampak besar terhadap masyarakat di sejumlah kabupaten.




