JCCNetwork.id- Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan terhadap seorang nelayan asal Serangan, Denpasar, Bali, Wayan Dana, akhirnya berujung pada penemuan jasad korban setelah dua hari hilang di perairan Sanur. Korban dilaporkan hilang sejak Kamis (20/11) ketika melaut seorang diri menggunakan jukung miliknya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), I Nyoman Sidakarya, mengungkapkan bahwa jenazah ditemukan pada Sabtu (22/11) sekitar pukul 09.50 WITA oleh seorang nelayan yang tengah melintas. Sosok tubuh yang mengapung dalam posisi tertelungkup itu langsung dicurigai sebagai nelayan yang hilang, karena masih mengenakan pakaian berupa baju kotak-kotak dan celana abu-abu sesuai ciri-ciri korban.
“Tadi ada nelayan yang melihat sesosok tubuh terapung-apung pada posisi tertelungkup,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) I Nyoman Sidakarya.
Setelah laporan diterima, tim SAR gabungan segera dikerahkan menuju lokasi menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB). Proses identifikasi dan evakuasi berlangsung cepat mengingat kondisi cuaca dan arus laut yang relatif memungkinkan tim bergerak mendekat ke titik penemuan.
Menurut Sidakarya, jenazah ditemukan sekitar 8,9 nautical mile (Nm) barat daya dari lokasi ditemukannya jukung milik korban. Jasad korban kemudian dibawa menuju Pelabuhan Benoa dan selanjutnya dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans BPBD Badung untuk proses lebih lanjut.
“Jenazah Wayan Dana ditemukan sekitar 8,9 Nm barat daya dari titik ditemukan jukung miliknya,” kata I Nyoman Sidakarya. Korban selanjutnya dievakuasi menuju pelabuhan Benoa, untuk kemudian dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans BPBD Badung.
Pencarian terhadap korban sebelumnya sempat terfokus pada upaya menemukan jukung yang ditumpanginya. Pada Jumat (21/11) pukul 14.30 WITA, jukung tersebut ditemukan oleh seorang pengemudi boat rute Sanur–Nusa Penida. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada Balawista, yang bersama nelayan setempat menarik jukung ke Pantai Mertasari, Sanur, sekitar pukul 16.00 WITA.
Meski jejak perahu korban telah ditemukan lebih awal, pencarian terhadap keberadaan Wayan Dana sempat mengalami kendala karena tidak ada petunjuk tambahan mengenai titik hilangnya korban di tengah dinamika arus laut Sanur. Baru pada Sabtu pagi pencarian berakhir dengan ditemukannya jenazah.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan. Pihak berwenang mengimbau nelayan agar terus memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan saat melaut, mengingat perubahan cuaca di wilayah perairan Bali beberapa hari terakhir terbilang cukup ekstrem.























