JCCNetwork.id- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan peringatan keras kepada warga terdampak erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu sore. Lembaga tersebut meminta masyarakat menghentikan seluruh aktivitas dalam radius 20 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan, menyusul meningkatnya potensi bahaya pascaerupsi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa langkah pembatasan ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya ancaman lanjutan seperti luncuran awan panas, aliran lava, serta potensi banjir lahar yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Secara sektoral, masyarakat dan siapapun diharapkan tidak beraktivitas dalam radius 20 kilometer sepanjang Besuk Kobokan.” tegas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Kapusdatinkom BNPB), Abdul Muhari, dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Kamis, 20 November 2025.
Selain itu, BNPB juga menginstruksikan pemerintah daerah untuk segera menutup akses menuju kawasan tersebut. Abdul menyebutkan bahwa koordinasi bersama aparat TNI-Polri menjadi langkah penting guna memastikan area rawan benar-benar steril dari aktivitas penduduk maupun wisatawan.
Ia menambahkan bahwa jarak aman di sekitar puncak Gunung Semeru juga perlu diperketat.
Siapapun diharapkan tidak beraktivitas dalam radius delapan kilometer dari puncak gunung. Kami mengharapkan tentu saja pemerintah daerah segera memberikan batas-batas visual yang jelas di mana delapan kilometer ini.” ucapnya.
BNPB saat ini terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Semeru dan meminta masyarakat mengikuti arahan resmi demi mengurangi risiko korban jiwa. Pemerintah daerah diminta bergerak cepat memperkuat sistem peringatan dini dan menyiapkan langkah evakuasi jika kondisi kembali memburuk



