JCCNetwork.id- Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya keterbukaan informasi publik dan edukasi gizi seimbang sebagai upaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan tersebut disampaikan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam keterangan resmi pada Kamis (20/11), di tengah meningkatnya kebutuhan layanan informasi mengenai program nasional tersebut.
Menurut Dadan, BGN saat ini mendorong sistem komunikasi publik yang lebih terbuka melalui berbagai kanal layanan resmi. Langkah tersebut bertujuan memastikan masyarakat memperoleh akses data dan edukasi yang akurat terkait pemenuhan gizi seimbang sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“BGN berkomitmen untuk terus membuka informasi publik dan memberikan edukasi seluas-luasnya. Program ini bukan hanya tentang tumbuh kembang sumber daya manusia, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang,” kata Kepala BGN, Dadan Hindayana dalam keterangannya Kamis (20/11).
BGN telah memperkuat ekosistem komunikasi publik melalui sederet platform, antara lain Dashboard Utama BGN, Portal Mitra BGN, Tauwas Care, Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) BGN, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) BGN, media sosial, serta layanan Call Center Sahabat Sentra Aduan Gizi Indonesia (SAGI) 127.
Layanan Call Center SAGI 127 menjadi salah satu program unggulan yang baru diluncurkan pada 17 November 2025. Dadan menyebutkan layanan itu beroperasi selama 24 jam dengan dukungan 127 operator yang bekerja secara bergiliran. Ia menyatakan fasilitas tersebut merupakan wujud nyata komitmen BGN dalam menyediakan akses informasi yang cepat dan responsif.
“Ada 127 operator yang bekerja di balik layanan Call Center SAGI 127. Layanan ini baru diluncurkan pada 17 November 2025 dan beroperasi 24 jam dengan sistem shifting. Ini bentuk nyata komitmen kami dalam menyediakan layanan informasi publik,” jelasnya.
Selain memperluas kanal layanan, BGN juga menekankan pentingnya memperkuat penyebaran informasi terkait MBG hingga ke wilayah terpencil. Dadan menyebutkan peran Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) sangat strategis karena tersebar di seluruh daerah dan berpotensi menjadi garda terdepan dalam edukasi gizi.
Dadan menegaskan BGN akan terus meningkatkan kualitas layanan publik untuk memastikan manfaat Program MBG dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat. Ia menilai keberhasilan program tersebut tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi desa melalui pemanfaatan rantai pasok lokal.
“Kami berupaya agar program ini berjalan dengan baik, masyarakat semakin teredukasi, mitra yang berkontribusi mendapatkan penghargaan yang layak dari negara, dan pemanfaatan rantai pasok dapat ikut menggerakkan ekonomi desa,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Komisi Informasi Pusat, Gede Narayana, mengapresiasi langkah BGN dalam merespons berbagai isu terkait implementasi Program MBG. Ia menilai akselerasi keterbukaan informasi di lembaga tersebut berjalan cukup baik.
“Akselerasinya sudah tinggi. Saya beberapa kali hadir di kegiatan BGN dan melihat bahwa keterbukaan informasi publik di BGN dilaksanakan dengan cukup kuat oleh pimpinan dan seluruh jajaran,” pungkasnya.



