Saleh membeberkan sejumlah fokus utama dalam kepengurusan periode 2025-2027. Ia menekankan pentingnya menanamkan spirit huswatul hasanah, yaitu meneladani akhlak Rasulullah sebagai karakter dasar kader IMM.
Selain itu, ia mendorong kader memiliki nalar kritis, semangat kolaborasi, serta kemampuan advokasi terhadap isu-isu sosial yang berdampak langsung pada masyarakat Maluku.
Penguatan literasi kampus di tingkat cabang dan komisariat juga akan menjadi agenda prioritas untuk melahirkan kader yang unggul dan kompeten.
Saleh menambahkan, kepemimpinan yang bijaksana akan menjadi fondasi kepengurusan. Ia berkomitmen mengambil keputusan tanpa menyinggung atau merugikan sesama kader.
“Saya tidak anti kritik. Kritik yang membangun sangat saya butuhkan demi kebaikan IMM ke depan. Mari kita kawal perjalanan organisasi ini bersama,” tegasnya.
Dengan resminya kepengurusan baru ini, DPD IMM Maluku diarahkan untuk memasuki fase transformasi, memperkuat peran kader, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.



