JCCNetwork.id – Kemarau yang berlangsung selama lima bulan mulai mengganggu produksi pertanian di Kabupaten Pandeglang, Banten.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang mencatat 867,5 hektare tanaman padi terdampak kekeringan yang tersebar di 20 kecamatan.
Kerusakan tanaman berada dalam beberapa tingkatan, mulai dari ringan hingga gagal panen total atau puso.
Kondisi tersebut diperkirakan dapat menurunkan produksi gabah sekaligus memengaruhi pendapatan petani apabila kekeringan terus berlanjut.
Pengawas Organisme Pengganggu Tumbuhan DPKP Pandeglang, Asep Mahpudin, mengatakan sebagian besar lahan terdampak berada di wilayah yang membutuhkan pasokan air irigasi.
“Dampak kemarau panjang selama 5 bulan ini menyebabkan kerusakan padi seluas 867,5 hektare di 20 kecamatan,” ujar Asep kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).
Dari total lahan terdampak, sebanyak 124,5 hektare masuk kategori rusak berat.
Salah satu lokasi dengan kerusakan cukup luas berada di Desa Cikeusik, dengan luasan mencapai sekitar 30 hektare.
“Kategori rusak berat tercatat seluas 124,5 hektare dengan contoh kasus di Desa Cikeusik yang mencapai 30 hektare. Petani kesulitan mendapatkan pasokan air irigasi sejak kemarau melanda wilayah mereka,” kata Asep.
Menurut Asep, berkurangnya debit air irigasi membuat petani kesulitan memenuhi kebutuhan air tanaman.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko kerusakan pada tanaman padi yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Selain kerusakan berat, DPKP Pandeglang mencatat 19 hektare tanaman padi mengalami puso atau gagal panen total.
Kecamatan Sukaresmi menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah.
Di Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, lahan padi yang mengalami puso tercatat sekitar 10 hektare.
“Kasus puso tercatat seluas 19 hektare dengan wilayah terparah berada di Kecamatan Sukaresmi, Desa Pasirkadu, mencapai 10 hektare,” ujar Asep.
Kerusakan tersebut berpotensi mengurangi hasil panen petani.
Jika luasan tanaman yang terdampak terus bertambah, penurunan produksi juga dapat memengaruhi pendapatan rumah tangga petani dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pedesaan.
Pemenuhan kebutuhan air menjadi salah satu langkah penting untuk membatasi meluasnya dampak kekeringan.
Lahan pertanian yang masih mengandalkan irigasi membutuhkan pasokan air yang cukup agar kerusakan tanaman tidak semakin meluas.
DPKP Pandeglang terus memantau kondisi lahan pertanian seiring masih berlangsungnya musim kemarau.
Apabila pasokan air tidak segera mencukupi dan kemarau berlanjut, risiko bertambahnya lahan rusak dan puso masih terbuka.
























