JCCNetwork.id- Kasus perampokan kembali mengguncang dunia seni dan sejarah. Sebuah insiden pencurian terjadi di Museum Louvre, Paris, Prancis, pada Minggu siang (19/10/2025).
Dalam kejadian tersebut, sekelompok pencuri dilaporkan berhasil menggondol sembilan perhiasan bersejarah dari Galeri Apollo, salah satunya adalah mahkota Permaisuri Eugénie de Montijo, istri dari Napoleon III sekaligus permaisuri terakhir Prancis.
Menurut laporan dari AFP, mahkota abad ke-19 tersebut ditemukan dalam kondisi rusak di luar area museum, beberapa saat setelah aksi pencurian terjadi.
Kepolisian Paris membenarkan bahwa satu perhiasan telah ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian, yang kemudian diidentifikasi sebagai Mahkota Permaisuri Eugénie.
Namun, tingkat kerusakan pada mahkota tersebut belum dapat dipastikan. Associated Press melaporkan bahwa mahkota ditemukan dalam keadaan pecah.
Museum Louvre menyatakan bahwa insiden pencurian berlangsung cepat, hanya sekitar tujuh menit.
Pihak keamanan kini tengah melakukan penyelidikan intensif, dan museum untuk sementara ditutup guna proses investigasi serta peningkatan pengamanan.
Mahkota Permaisuri Eugénie dikenal sebagai salah satu koleksi paling ikonik dalam Permata Mahkota Prancis.
Mahkota ini terbuat dari emas dan dihiasi lebih dari 1.300 berlian, mencerminkan kemewahan dan keahlian perhiasan pada masa Kekaisaran Prancis.
Napoleon III memesan pembuatan mahkota tersebut untuk sang istri pada Pameran Universal di Paris tahun 1855.
Mahkota ini dirancang oleh Alexandre-Gabriel Lemonnier, sementara struktur keseluruhannya dikerjakan oleh pembuat perhiasan J.-P. Maheu.
Hiasan lambang elang yang menjadi ciri khas mahkota dibuat oleh dua pengrajin emas terkenal, August dan Joseph Fannière.
Eugénie de Montijo sendiri dikenal sebagai ikon mode pada zamannya. Ia selalu tampil elegan dan menjadi panutan dalam dunia fesyen aristokrat Eropa.
“Selera modenya yang luar biasa ditiru di seluruh dunia, dan deretan berlian mewah menjadi bagian penting dari citra kerajaannya yang dirancang dengan hati-hati,” ujar pedagang perhiasan langka Lee Siegelson dalam sebuah wawancara.
Pihak Museum Louvre menyampaikan bahwa pembaruan informasi akan diberikan secara berkala seiring dengan perkembangan penyelidikan yang kini tengah berlangsung.



