JCCNetwork.id- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan langkah konkret melalui pembentukan tim bottlenecking guna mengurai berbagai hambatan investasi yang selama ini mengganggu arus modal masuk ke dalam negeri.
Langkah itu akan dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian serta sejumlah menteri terkait, dengan fokus pada penanganan tumpang tindih regulasi dan proses perizinan yang berbelit.
“Saya ingin akan memperbaiki juga iklim investasi. Ini sudah klise kan? Setiap puluhan tahun ada (pembahasan) ini, enggak beres-beres tuh. Peraturan tumpang tindih, izin banyak. Enggak selesai-selesai,” ujar Menkeu dalam Satu Tahun Prabowo-Gibran, Metro TV, Kamis, 16 Oktober 2025.
Purbaya mengakui bahwa upaya perbaikan iklim investasi bukan hal mudah, namun menurutnya, harus dimulai dengan penataan kebijakan dan prosedur birokrasi yang jelas. Ia juga menyinggung kritik dari pengamat politik dan filsuf Rocky Gerung yang menyebut dirinya hanya berperan sebagai “juru bayar investasi.” Kritik itu, kata Purbaya, justru menjadi pemicu semangat untuk memperbaiki sistem yang ada.
“Terutama ada yang bilang ke saya ‘Kamu cuman juru bayar (di bidang investasi), kamu enggak bisa apa-apa ya’ Rocky Gerung bilang begitu. Itu kritik yang bagus. Saya akan bikin tim di bottlenecking dengan Menteri Koordinator Perekonomian dan menteri-menteri yang lain. Nanti di situ kita akan terima pengaduan dari para pelaku bisnis dan akan kita sidangkan gelar perkara setiap minggu di sana,” tambahnya.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan kebijakan yang justru menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berkomitmen menertibkan setiap aturan yang terbukti menghambat laju investasi dan memperlambat pemulihan ekonomi.
“Harusnya nanti kebijakan-kebijakan yang salah di lapangan, kebijakan-kebijakan di lapangan menghambat pertumbuhan ekonomi akan kita bereskan,” ujarnya.



