JCCNetwork.id- Tragedi runtuhnya mushala putra di Pesantren Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo, masih menyisakan duka mendalam. Jumat (3/10/2025), Dewan Pengasuh Pesantren, KHR Muhammad Ubaidillah Mujib atau Kiai Mamad, kembali menyerahkan santunan kepada keluarga korban yang wafat dalam musibah tersebut. Kali ini, santunan ditujukan untuk keluarga almarhum Moch Agus Ubaidillah, santri asal Gadukan, Kalianak, Krembangan, Surabaya.
Kiai Mamad menyampaikan santunan itu sebagai bentuk duka cita sekaligus permohonan maaf dari pihak pesantren. Ia menyebut wafatnya almarhum sebagai kehilangan besar, namun juga berharap dipandang sebagai husnul khatimah.
Namun, santunan tersebut kemudian dikembalikan oleh ayah almarhum, Ustadz Achmad Faiq. Ia menegaskan keluarga telah ikhlas menerima musibah yang menimpa putranya, dan berharap santunan itu bisa digunakan kembali untuk kepentingan pembangunan mushala serta kegiatan pesantren.
“Ini saya kembalikan untuk kepentingan pembangunan mushala pesantren dan lainnya,” katanya.
Ustadz Faiq juga menyampaikan bahwa dua anaknya masih aktif menimba ilmu di pesantren tersebut. Keputusan mengembalikan santunan dianggap sebagai bentuk dukungan moral terhadap pesantren sekaligus menunjukkan ikatan batin yang kuat antara keluarga korban dan lembaga pendidikan itu.



