JCCNetwork.id- Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menanggapi pernyataan mantan Kepala BIN Hendropriyono yang menyebut adanya campur tangan asing dalam kerusuhan di Indonesia.
Menurut Jerry, tudingan tersebut irasional dan hanya upaya playing victim untuk menjatuhkan Presiden Prabowo. Ia menilai kerusuhan dipicu oleh kebijakan kontroversial seperti pajak 12 persen, pencaplokan tanah, kelangkaan gas melon, hingga pemblokiran rekening oleh PPATK. Rangkaian kebijakan ini disebut Jerry sebagai bentuk manajemen “planga-plongo” ala Jokowi yang kini diadopsi oleh Prabowo.
“Saya sebut dengan istilah baru black and dark policy and policy underground,” kata, Jerry Massie lewat pernyataannya, Senin (1/9/2025)
Lebih lanjut, Jerry mengungkap adanya korban jiwa dalam berbagai demonstrasi di sejumlah daerah, termasuk Makassar, Jogjakarta, dan Solo. Ia juga menyinggung isu bendera “One Piece” yang muncul dalam aksi, hingga dugaan keterlibatan relawan Jokowi.
Menurutnya, sejumlah tokoh intelijen dan militer, termasuk Gatot Nurmantyo, mencium indikasi upaya kudeta terhadap pemerintahan Prabowo. Jerry bahkan mengaitkan situasi ini dengan mafia BBM, isu kudeta politik oleh Gibran, serta pernyataan kontroversial Kaesang yang menambah kegaduhan politik.
“Saya coba menarik pernyataan pengamat inteleljen Connie yang menyebut hanya 2 tahun Prabowo menjabat dan di take over Gibran serta lidah keseleo Kaesang yang menyebut Gibran akan mengkudeta Prabowo,” ujarnya.
Tak hanya itu, Jerry menyebut kebijakan pencaplokan pulau di Aceh hingga konflik pertambangan ilegal di Raja Ampat menambah daftar keresahan publik. Ia menduga sejumlah menteri dan tokoh yang dekat dengan Jokowi seperti Sri Mulyani, Bahlil Lahadalia, Nusron Wahid, Tito Karnavian, hingga Budi Arie sebagai biang kerok kemarahan rakyat.
Rangkaian kasus tersebut, termasuk aksi besar-besaran masyarakat Pati menuntut mundur Bupati Sudewo, hingga skandal judi online yang menyeret nama elit pro-Jokowi, dianggap memperkuat dugaan bahwa kegaduhan politik saat ini tidak lepas dari warisan dan jaringan kekuasaan lama.
“Jadi yang bikin rakyat marah semua orang-orang dan titipan Jokowi (Tito Karnavian, Sri Mulyani, Bahlil Lahaladia, Nusron Wahid, Budi Arie),” tutup Jerry.



