JCCNetwork.id- Seorang pria berinisial NS (56) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di rumah kontrakannya di Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (31/7/2025). Penemuan jenazah tersebut bermula dari laporan warga yang mencium bau busuk menyengat dari dalam rumah korban.
Menurut keterangan pihak kepolisian, NS diketahui tinggal seorang diri dan terakhir kali terlihat oleh warga pada Senin, 28 Juli 2025. Sejak saat itu, tak ada aktivitas terlihat dari dalam rumah, hingga akhirnya tetangga yang curiga memutuskan untuk mengintip ke dalam melalui celah jendela.
“Tetangga yang berdampingan mencium bau busuk dari rumah itu. Korban terakhir terlihat hari Senin, 28 Juli 2025 dan tidak terlihat lagi dan tetangga curiga,” ujar Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Momon Suwito, Kamis (31/7).
Tetangga yang curiga lalu mengintip ke dalam rumah korban, dan melihat tubuh NS tergeletak. Penemuan itu kemudian dilaporkan ke ketua RT setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian.
“Selanjutnya bersama dengan ketua RT membuka pintu rumah dan diketahui korban dalam keadaan meninggal dan membusuk,” katanya.
Warga kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada ketua RT setempat, yang kemudian bersama pihak kepolisian membuka pintu rumah. Saat itulah diketahui bahwa NS telah meninggal dunia dan jasadnya mulai mengalami pembusukan.
Petugas dari Polres Blitar segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Tim Inafis juga dikerahkan untuk melakukan identifikasi awal. Dari hasil pemeriksaan sementara oleh tim Inafis bersama bidan desa, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Selanjutnya dari hasil olah TKP oleh Inafis Polres Blitar dan juga oleh bidan desa, di tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar,” kata dia.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
“Saksi mengatakan bahwa korban mempunyai riwayat sakit jantung dan sekitar satu bulan yang lalu korban pernah rawat inap di RS Aminah Blitar karena sakit jantung,” jelasnya.
Identitas NS tercatat sebagai warga Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Ia diketahui sudah lama hidup sendiri setelah berpisah dengan istrinya yang kini berada di luar negeri. Sementara itu, anak-anaknya tinggal di luar kota.
Meski hasil awal tidak menunjukkan adanya kekerasan, polisi tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian. Kepolisian masih menunggu hasil resmi dari tim medis RSUD Mardi Waluyo.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama terhadap warga yang tinggal sendiri, guna mencegah kejadian serupa terulang.






