JCCNetwork.id- Rumor mengenai mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, yang disebut-sebut masuk dalam bursa pelatih Timnas China pasca-pemecatan Branko Ivankovic, langsung dibantah pihak terdekatnya. Spekulasi tersebut mencuat usai kegagalan Timnas China lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, menyusul kekalahan 0-1 dari Indonesia di Jakarta, Selasa (11/6/2025).
Kekalahan tipis di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu membuat posisi Ivankovic terancam, dan hanya dalam hitungan hari, Federasi Sepak Bola China (CFA) resmi memberhentikan pelatih asal Kroasia tersebut. Dalam kondisi genting itu, nama Shin Tae-yong muncul sebagai kandidat pengganti, mengingat rekam jejaknya bersama Timnas Korea Selatan dan Indonesia.
Namun, kabar tersebut dibantah oleh perwakilan resmi Shin Tae-yong. Dalam pernyataan yang dikutip media Korea Selatan, Chosun Biz, pada Senin (16/6/2025), perwakilan tersebut menegaskan bahwa STY saat ini tidak mungkin menerima tawaran dari luar negeri, termasuk dari China.
“Pelatih Shin saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Asosiasi Sepakbola Korea dan direktur non-eksekutif Seongnam FC. Karena itu, ia saat ini terlibat dalam berbagai kegiatan,” ungkap perwakilan STY yang tak ingin disebutkan namanya dikutip dari Media Korea Selatan Chosun Biz, Senin (16/6/2025).
“Jika ada proposal dari China, saya rasa dia tidak dapat memikirkannya. Tidak ada substansinya,” lanjutnya, membantah keras rumor yang beredar.
Sejak kontraknya bersama Timnas Indonesia berakhir pada Januari 2025, Shin Tae-yong memang memutuskan kembali ke negaranya. Pada April 2025, ia resmi diangkat sebagai Wakil Presiden Asosiasi Sepakbola Korea Selatan (KFA), posisi strategis yang menandai peralihan kariernya dari pelatih ke administrator olahraga. Selain itu, ia juga masuk jajaran direksi non-eksekutif klub Seongnam FC, tempat ia mengawali karier sebagai pemain dan pelatih.
Dengan peran penting yang diemban di tubuh sepak bola Korea Selatan, kecil kemungkinan Shin akan kembali melatih dalam waktu dekat, apalagi untuk menangani negara pesaing seperti China, yang memiliki rivalitas panjang di pentas sepak bola Asia.
Meski demikian, munculnya nama Shin Tae-yong dalam spekulasi media internasional menunjukkan tingginya pengaruh dan rekam jejak pelatih 53 tahun itu. Ia dikenal luas berkat prestasinya membawa Korea Selatan melaju hingga babak 16 besar Piala Dunia U-20 dan kemenangan historis atas Jerman di Piala Dunia 2018, serta usahanya mereformasi struktur Timnas Indonesia selama empat tahun terakhir.
Hingga kini, fokus utama Shin Tae-yong tetap tertuju pada pengembangan sepak bola di Korea Selatan, termasuk mempersiapkan sistem pembinaan usia muda dan reformasi manajemen klub. Tidak ada sinyal bahwa ia akan kembali ke arena kepelatihan dalam waktu dekat, terlebih untuk mengambil alih posisi strategis di negara rival seperti China.



