JCCNetwork.id-Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan dinas terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani dampak kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah semi permanen di kawasan padat penduduk Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
Menurut Wibi, penanganan pascakebakaran harus mengedepankan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, termasuk penyediaan tempat tinggal sementara yang layak, makanan, pakaian, dan akses layanan kesehatan.
“Yang paling utama saat ini adalah memastikan bahwa warga terdampak mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak, serta bantuan dasar seperti makanan, pakaian, dan akses kesehatan,” kata Wibi kepada inilah.com, Senin (9/6/2025).
Wibi juga mendorong agar proses relokasi warga dilakukan secara manusiawi.
Ia menyebut rumah susun (rusun) sebagai salah satu solusi jangka panjang, dengan catatan rusun yang disediakan benar-benar layak huni, terjangkau, dan nyaman.
Tak hanya itu, ia menyoroti pentingnya perbaikan tata kota di Jakarta.
Menurutnya, insiden kebakaran di kawasan padat seperti Kapuk Muara mencerminkan masih lemahnya standar keselamatan dasar di sejumlah wilayah ibu kota, seperti akses mobil pemadam kebakaran, instalasi listrik yang aman, dan jalur evakuasi yang memadai.
“Tapi tentu saja pendekatannya harus manusiawi: bukan hanya soal memindahkan, tapi memastikan rusun yang disiapkan betul-betul layak, terjangkau, dan nyaman untuk ditinggali,” ucapnya.
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda kawasan Kapuk Muara dan menyebabkan ratusan rumah hangus serta memaksa warga mengungsi.
Hingga kini, proses pendataan dan penanganan korban masih berlangsung.
“Jadi, peristiwa seperti ini harus jadi evaluasi serius, bukan cuma reaktif pas kebakaran, tapi preventif lewat penataan kawasan yang lebih tertib, aman, dan manusiawi,” ujarnya.























