45% Bansos Tak Tepat Sasaran

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) mencoret sebanyak 1,9 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari daftar penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk triwulan kedua tahun 2025.

Hal ini diumumkan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/6/2025). Keputusan ini diambil setelah Kementerian Sosial melakukan proses verifikasi dan validasi data penerima bansos bersama Badan Pusat Statistik (BPS) serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

- Advertisement -

“Dari hasil ground-checking ada 1,9 juta lebih data yang disebut inclusion errors, mereka semestinya tidak dapat (bantuan), tapi selama ini dapat bantuan. Ada juga exclusion errors, yang mestinya dapat tapi tidak dapat,” ucap Gus Ipul saat Konferensi Pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa (3/6/2025).

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa langkah ini diambil demi memastikan program bansos benar-benar menyasar masyarakat yang berhak menerima. Verifikasi dan pemutakhiran data akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan guna meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial di masa mendatang.

Dari total 1.902.433 KPM yang dikeluarkan dari daftar penerima, sebanyak 616.367 merupakan penerima bantuan PKH dan 1.286.066 sisanya adalah penerima BPNT.

- Advertisement -

Menurut perhitungan Kemensos, pencoretan tersebut berpotensi menghemat anggaran negara untuk bansos sebesar Rp14,4 triliun hingga Rp17,9 triliun dalam satu tahun anggaran.

Gus Ipul juga mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi internal, sekitar 45 persen penyaluran bantuan sosial PKH dan sembako tidak tepat sasaran. Temuan ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan konsolidasi dan pembenahan data besar-besaran di tingkat nasional.

“Program Keluarga Harapan dan Sembako ditengarai ada 45 persen yang tidak tepat sasaran. Untuk itulah dari awal Presiden memerintahkan kepada kami semua, kita, untuk konsolidasian data dan yang diberi tugas adalah Kepala BPS dan segenap jajaran,” paparnya.

Gus Ipul menegaskan, ke depan proses verifikasi tidak akan berhenti pada satu siklus saja. Pemutakhiran data akan terus dilakukan guna mencegah kesalahan distribusi dan kebocoran anggaran yang bisa berdampak pada efektivitas program perlindungan sosial pemerintah.

Pemerintah juga berencana melibatkan pemerintah daerah hingga ke tingkat RT/RW dalam proses verifikasi lapangan agar lebih akurat dan menjangkau kondisi riil masyarakat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Polri Kerahkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup

JCCNetwork.id- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan 5.641 personel untuk mengamankan penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Jakarta dan Kabupaten Bandung, Jawa...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Detik-Detik Ketua MK Tegur Kuasa Hukum Militan Gibran 08 Gegara Jawab “Oke”
10:10
Video thumbnail
Rekam Jejak 24 Tahun di Kekuasaan, Mahfud MD Tegaskan Tak Pernah Korupsi
08:41
Video thumbnail
Gibran Sudah Lama Dilantik, Kenapa Baru Sekarang Ijazahnya Diperkarakan Denny Indrayana Cs?
08:25
Video thumbnail
Mahfud MD Bongkar Dugaan Praktik Busuk Dunia Politik dan Hukum
09:05
Video thumbnail
Relawan Gibran 08 Ingatkan Jangan Jadikan MK Keranjang Sampah
17:00
Video thumbnail
Prabowo Beri Solusi untuk Rakyat, Tapi Keras ke Korporasi
08:04
Video thumbnail
Ketua MK Minta Ketum Militan Gibran 08 Nusantara Tak Usah Terlalu Semangat
08:17
Video thumbnail
Presiden Prabowo Bongkar Ada 8 Perda Menipu
08:30
Video thumbnail
Napi Kelas Sultan? Klaster Mewah Lapas Cibinong, Fortuner hingga Alphard Mejeng di Garasi
08:20
Video thumbnail
Prabowo Bicara di Depan Para Profesor, Akui Keberhasilannya Tak Lepas dari Bimbingan Pakar
08:10
Video thumbnail
Di Depan Profesor, Prabowo Klarifikasi Soal Tuduhan Tak Hormati Pakar
08:02
Video thumbnail
Momen Prabowo Catat Usulan Pakar, Setuju Bentuk Badan Khusus Pengelolaan Gambut
10:11
Video thumbnail
Prabowo Tanggapi Polemik Ucapan “Goblok”: Saya Paling Hormat Sama Pakar #shorts #trending
01:34
Video thumbnail
Detik-Detik Rocky Gerung Bicara Gibran Soroti Peluang Jadi Presiden #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Di Hadapan KAI, DPR Soroti Whoosh: Bikin Compang-Camping KAN?
09:48
Video thumbnail
Dipanggil Mendadak Prabowo ke Istana, Profesor Ini Kaget, Baru Pertama Kali
09:12
Video thumbnail
DPR Sentil Keras KAI, KRL Padat hingga Penumpang Berdesakan: Malu Kita Pak
09:36
Video thumbnail
Rocky Gerung di Depan Menkum Supratman, Inovasi Butuh “Otak yang Edan”
08:47
Video thumbnail
Rocky Gerung Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden, Lalu Tunjuk Foto Prabowo: Hak Patennya di Sini
08:46
Video thumbnail
Prabowo Tanggapi Polemik Ucapan “Goblok”: Saya Paling Hormat Sama Pakar
08:01

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER