JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membentuk satuan tugas khusus bernama “Pasukan Putih” sebagai langkah strategis dalam menekan angka penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC) yang masih tinggi di ibu kota. Peluncuran satuan ini dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam sebuah acara resmi di Jakarta Pusat, Rabu (14/5).
“Karena memang TBC sedang ada dan kita sedang menangani itu,” kata Pramono, saat peluncuran program di Jakarta Pusat, Rabu (14/5).
Ia menegaskan bahwa pembentukan Pasukan Putih merupakan bentuk komitmen serius pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh penyakit menular tersebut.
Pasukan Putih akan menjadi garda terdepan dalam upaya penanggulangan TBC. Mereka akan bekerja sama dengan para kader kesehatan dari kalangan ibu rumah tangga yang selama ini telah aktif dalam program penemuan kasus (case finding) di tingkat komunitas. Peran para kader ini sangat penting untuk mendeteksi penderita baru dan memastikan pengawasan pengobatan berjalan sesuai protokol.
Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta menunjukkan bahwa kasus TBC di wilayah ibu kota masih tergolong tinggi. Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, mencatatkan 2.645 penderita selama periode Januari hingga Maret 2025.
Menanggapi peluncuran Pasukan Putih, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemprov DKI. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.
“Jadi begitu skrining, minum obat. Karena obatnya bisa menghentikan menular dan bisa menyembuhkan,” tandas orang nomor satu di Kementerian Kesehatan itu, dikutip Antara.
Ia menambahkan, skrining yang diikuti dengan pengobatan tuntas merupakan kunci dalam menghentikan rantai penularan dan mempercepat penyembuhan pasien.
Pasukan Putih diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam melawan TBC yang masih menjadi tantangan serius di kota-kota besar. Pemerintah pusat dan daerah akan terus bersinergi dalam menurunkan angka kejadian TBC, sejalan dengan target eliminasi TBC nasional pada 2030.



