JCCNetwork.id- Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI ’98), Willy Prakarsa, menilai instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, pasca penahanan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dengan memerintahkan kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP untuk tidak menghadiri retreat yang diadakan Presiden Prabowo Subianto di Akademi Militer (Akmil) Magelang, tak lebih dari sebuah tes bagi kadernya untuk melihat apakah mereka lebih tunduk kepada partai atau negara.
“Beliau sedang menguji integritas kadernya apakah tunduk terhadap perintah partai atau negara,” kata Willy hari ini.
Menurut Willy, instruksi Megawati ini tidak perlu dijadikan polemik. Kepala daerah dari PDIP sebaiknya tetap mengikuti agenda pendidikan di Magelang, karena bagaimanapun Presiden adalah Panglima Tertinggi.
“Sebaiknya diabaikan kemudian lanjut pendidikan ke Magelang oleh karena di sini adalah Presiden, panglima tertinggi atas angkatan darat dan laut dan udara serta instrumen lainnya. Jadi sekali lagi ibu Mega kalau saya lihat hanya sebatas menguji integritas para kadernya,” tutup Willy yang juga aktivis senior 98 tersebut.



