JCCNetwork.Id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Aceh Barat terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mencatat bahwa luas lahan yang terbakar hingga Rabu (12/2/2025) malam telah mencapai 9,5 hektare. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan, terutama karena muncul titik-titik api baru yang berpotensi memperluas area terdampak.
Menurut Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal, kebakaran terparah terjadi di Desa Blang Beurandang dengan luas lahan yang terbakar mencapai 9 hektare. Upaya pemadaman masih terus dilakukan agar api tidak semakin menyebar ke area lain.
“Besar kemungkinan api akan terus meluas. Kita temukan juga titik api baru di Ujung Beurasok,” ujar Ronal pada wartawan, Jumat (14/2/2025).
Karhutla di Aceh Barat ini pertama kali terdeteksi pada Minggu (9/2/2025) di beberapa lokasi. Hingga saat ini, titik api di Desa Darul Huda dan Desa Gampa telah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Namun, kebakaran di Desa Blang Beurandang masih belum sepenuhnya terkendali akibat munculnya titik api baru.
Selain itu, kebakaran juga meluas ke dua lokasi lainnya, yakni Desa Plang Ujong Beurasok dan Jalan Lingkar UTU Aceh. Tim pemadam kebakaran masih berusaha mengatasi kobaran api di area-area tersebut. BPBD Aceh Barat telah mengerahkan personel dan peralatan tambahan untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah api meluas ke permukiman warga.
Pihak berwenang menduga bahwa kebakaran ini disebabkan oleh faktor cuaca yang kering dan angin kencang yang mempercepat penyebaran api. Selain itu, kemungkinan adanya aktivitas pembukaan lahan dengan cara pembakaran juga masih dalam penyelidikan.
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan jika menemukan titik api baru.
Demi mengatasi karhutla yang semakin meluas, BPBD bersama instansi terkait berencana mengoptimalkan penggunaan alat pemadam serta menerapkan strategi pemadaman berbasis zona.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran dan mengurangi dampak yang lebih luas terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar.















