JCCNetwork.Id – Rencana penutupan Stasiun Karet di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, masih dalam tahap kajian oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Meskipun operasional kereta Commuter Line di stasiun tersebut diwacanakan untuk dihentikan, opsi mempertahankan akses keluar-masuk penumpang tetap menjadi salah satu pertimbangan utama.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Mohamad Risal Wasal, menegaskan bahwa belum ada keputusan final terkait penutupan tersebut. Ia menyebutkan, jika operasional kereta dihentikan di Stasiun Karet, layanan penumpang kemungkinan akan dialihkan ke Stasiun BNI City atau Sudirman Baru.
“Belum ada keputusan, masih dikaji. Definisi tutup belum clear. Keretanya kita berhentikan, atau tetap ada layanan, tetapi naiknya di stasiun yang lain,” ungkap Risal saat ditemui di Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Sebagai bagian dari rencana tersebut, Kemenhub bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sedang membahas pembangunan fasilitas pedestrian untuk memudahkan akses pejalan kaki antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Saat ini, jarak antara kedua stasiun dinilai cukup dekat, namun aksesibilitas bagi pejalan kaki masih kurang memadai.
Wacana penutupan Stasiun Karet pertama kali disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Erick menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu perjalanan kereta bandara serta mendukung integrasi moda transportasi seperti Light Rail Transit (LRT). Dengan mengalihkan layanan ke Stasiun BNI City, diharapkan penumpang LRT yang menuju Bandara Soekarno-Hatta dapat lebih mudah mengakses kereta bandara.
Menurut Erick, wacana penutupan Stasiun Karet bertujuan untuk membangun ekosistem perkeretaapian yang lebih terintegrasi dan efisien.
Direktur Pengembangan Usaha dan Kelembagaan PT KAI, Rudi As Atturidha, menambahkan bahwa jarak yang terlalu dekat antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI City menjadi salah satu alasan utama wacana penutupan tersebut. PT KAI juga telah merancang selasar khusus untuk mempermudah mobilitas pejalan kaki antara kedua stasiun, sehingga kenyamanan dan aksesibilitas tetap terjamin.
Meskipun masih dalam tahap pembahasan, langkah ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak pengguna Commuter Line yang khawatir akan dampak penutupan tersebut terhadap mobilitas mereka. Kemenhub pun terus memastikan bahwa kajian ini dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna transportasi publik.
Keputusan akhir mengenai nasib Stasiun Karet diharapkan dapat diumumkan dalam waktu dekat setelah seluruh aspek teknis dan operasional selesai dibahas.



