AS-China Sepakati Dagang Produk Pertanian

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id — Pemerintah China menyepakati peningkatan impor produk pertanian asal Amerika Serikat (AS), termasuk daging sapi dan unggas, sebagai bagian dari upaya memperbaiki hubungan dagang kedua negara yang sempat memanas akibat perang tarif dalam beberapa tahun terakhir.

Kesepakatan tersebut diumumkan Gedung Putih setelah Presiden AS Donald Trump melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, Minggu (17/5/2026).

- Advertisement -

Dalam kerja sama terbaru itu, China disebut akan membeli produk pertanian AS senilai US$17 miliar per tahun sepanjang 2026 hingga 2028.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pemulihan ekspor sektor pertanian Amerika yang terdampak signifikan selama perang dagang berlangsung.

Selain peningkatan pembelian produk pertanian, China juga akan kembali membuka akses pasar bagi daging sapi asal AS.

- Advertisement -

Impor produk unggas dari sejumlah negara bagian Amerika yang dinyatakan bebas flu burung oleh Departemen Pertanian AS turut kembali diizinkan.

Mengutip laporan The Korea Times, Senin (18/5/2026), kesepakatan ini melengkapi komitmen China sebelumnya terkait pembelian kedelai dari AS.

Selama ketegangan dagang berlangsung, petani kedelai Amerika menjadi salah satu pihak yang paling terdampak akibat anjloknya ekspor ke pasar China.

Di tengah upaya pemulihan perdagangan tersebut, petani AS juga menghadapi tekanan lain dari situasi geopolitik global.

Konflik AS-Israel dengan Iran dilaporkan mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur perdagangan strategis dunia, yang berdampak pada kenaikan harga pupuk global.

Meski Gedung Putih telah memaparkan rincian kerja sama tersebut, pemerintah China hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi terkait nilai kesepakatan yang diumumkan pihak AS.

Namun, Kementerian Perdagangan China menyatakan kedua negara memang telah menyepakati penyelesaian berbagai hambatan non-tarif dan persoalan akses pasar produk pertanian dalam pertemuan pada Sabtu (16/5/2026).

Dalam pernyataannya, pemerintah China menyebut AS akan berupaya menindaklanjuti sejumlah kekhawatiran Beijing terkait produk susu, makanan laut, ekspor bonsai, serta pengakuan Provinsi Shandong sebagai wilayah bebas flu burung.

Sebagai timbal balik, China disebut akan mempercepat proses registrasi fasilitas pengolahan daging sapi dan membuka kembali akses ekspor unggas dari sejumlah negara bagian AS.

Kedua negara juga dikabarkan menyepakati pengurangan tarif timbal balik untuk beberapa produk tertentu guna memperluas perdagangan bilateral.

Namun hingga kini belum ada rincian resmi mengenai komoditas yang masuk dalam skema tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, China terus mendiversifikasi sumber impor pangan guna menjaga ketahanan pangan nasional.

Beijing meningkatkan impor kedelai, daging sapi, dan produk pertanian lainnya dari Brasil serta Argentina untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari AS.

Kesepakatan terbaru ini dinilai menjadi sinyal positif bagi pemulihan hubungan dagang AS dan China, khususnya di sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu bidang paling terdampak akibat perang tarif kedua negara.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara

JCCNetwork.id — Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim dituntut hukuman 18 tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi proyek pengadaan laptop Chromebook...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER