Fakta di Balik Isi BBM Ini Jadi Sorotan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pernah nggak sih kalian kepikiran kenapa Pertalite yang setiap hari dipakai jutaan orang Indonesia, harganya bisa jauh lebih murah dibanding BBM lain? Dan sekarang, saat isu kenaikan harga mulai ramai dibahas, banyak orang mulai penasaran sebenarnya Pertalite itu dibuat dari apa sih?

Buat sebagian orang, kabar kemungkinan naiknya harga Pertalite bikin deg-degan. Apalagi buat yang tiap hari harus naik motor kerja, antar anak sekolah, atau narik online. Sekali harga BBM naik, pengeluaran langsung ikut berubah. Karena itulah Pertalite jadi salah satu BBM paling favorit di Indonesia. Harganya dianggap masih terjangkau, tapi kualitasnya lebih baik dibanding Premium yang dulu sempat populer.

- Advertisement -

Kalau kalian perhatikan, Pertalite punya ciri khas warna hijau terang dan terlihat jernih. Tapi ternyata, proses pembuatannya nggak sesederhana yang dibayangkan. Pertalite sebenarnya berasal dari campuran dua bahan utama, yaitu BBM RON 92 atau Pertamax dengan LOMC alias Low Octane Mogas Component atau Naptha. Nah, Naptha ini merupakan hasil pemurnian minyak mentah atau gas alam yang nantinya bisa diolah jadi bahan bakar berkualitas lebih tinggi.

Yang menarik, proses pencampuran Pertalite dilakukan dengan teknologi khusus. Ada metode inline blending, yaitu pencampuran langsung melalui pipa saat BBM dialirkan ke tangki penyimpanan. Ada juga metode in tank blending, di mana campuran dilakukan langsung di dalam tangki penimbunan. Semua itu dibuat dengan komposisi tertentu supaya menghasilkan BBM dengan angka oktan 90 yang cocok untuk kendaraan dengan kompresi mesin 9:1 sampai 10:1.

Belum selesai sampai situ. Pertalite juga diberi tambahan additive khusus agar kendaraan bisa menempuh jarak lebih jauh, tapi tetap menjaga performa mesin dan harga tetap lebih ekonomis. Jadi nggak heran kalau BBM ini jadi pilihan utama jutaan pengendara motor dan mobil di Indonesia.

- Advertisement -

Tapi sekarang pertanyaannya… kalau benar harga Pertalite nanti naik, apakah masyarakat masih mampu bertahan? Atau justru banyak orang bakal mulai beralih ke transportasi lain demi menghemat pengeluaran?

Itulah kenapa isu BBM selalu jadi perhatian besar masyarakat. Karena bukan cuma soal kendaraan jalan atau tidak, tapi juga menyangkut kebutuhan hidup sehari-hari. Kalau menurut kalian, apakah harga Pertalite sebaiknya tetap dipertahankan atau memang sudah waktunya naik?

- Advertisement -

BACA LAINNYA

MUI Desak Pengawasan Judol Diperketat

JCCNetwork.id — Majelis Ulama Indonesia meminta pemerintah memperketat pengawasan ruang digital menyusul penggerebekan markas judi online berjaringan internasional di Jakarta yang dilakukan aparat kepolisian. Wakil...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER