Perjalanan Hukum Hendry Lie dalam Kasus Korupsi Timah

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil mengungkap kerugian negara fantastis yang mencapai Rp 332,6 triliun dalam kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah izin usaha pertambangan PT Timah Tbk periode 2015–2022. Angka ini melonjak signifikan dari estimasi sebelumnya sebesar Rp 300 triliun.

“Akibat perbuatan tersangka Hendry Lie bersama – sama dengan 20 tersangka lainnya yang saat ini dalam proses persidangan, negara dirugikan sebesar Rp 332,6 triliun,” kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Abdul Qohar, seperti dikutip dari Kompas TV, Selasa (19/11/2024) dini hari.

- Advertisement -

Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bidang Investasi, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa dari total kerugian negara, sekitar Rp 271 triliun merupakan kerugian akibat kerusakan lingkungan. Angka tersebut dihitung berdasarkan hasil diskusi dengan enam ahli lingkungan.

“Yang kemudian sampai pada kesimpulan ada kerugian keuangan negara sebesar Rp 300,003 triliun. Angka detail sampai ke digit terakhir nanti kami akan jelaskan di persidangan,” jelasnya.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Ardiansyah, menegaskan bahwa nilai kerugian ini merupakan real loss atau kerugian nyata yang akan menjadi fokus tuntutan hukum.

- Advertisement -

“Apa yang menjadi alat bukti dan jaksa yakin bahwa ini adalah kerugian yang riil yang nanti jaksa tuntut sebagai kerugian negara,” jelasnya.

Hendry Lie, mantan bos Sriwijaya Air, menjadi tersangka ke-22 dalam kasus ini. Ia diduga kuat melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Menurut Kejagung, Hendry sempat melarikan diri ke Singapura pada Maret 2024 dengan alasan berobat. Namun, Kejagung menggandeng Otoritas Imigrasi Singapura (Immigration and Customs Authority/ICA) untuk mencabut paspor RI miliknya berdasarkan Surat Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Nomor: IMI.5-GR.03-04-200 pada 28 Maret 2024.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka melalui Surat Penetapan Nomor: TAP-27/F.2/Fd.2/04/2024 pada 16 April 2024, Hendry tetap mangkir dari panggilan. Akhirnya, pada 18 November 2024, ia berhasil ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta setelah kembali dari Singapura.

Kasus ini menjadi salah satu perkara terbesar yang ditangani Kejagung, mengingat kerugian negara yang luar biasa besar dan melibatkan banyak pihak. Proses persidangan terhadap 20 tersangka lainnya terus berjalan, sementara Hendry Lie kini harus menghadapi dakwaan atas perannya dalam kejahatan yang merugikan negara dan merusak lingkungan secara masif.

Kejaksaan Agung berkomitmen untuk mengungkap tuntas kasus ini, termasuk mengusut pihak-pihak lain yang terlibat dalam tata niaga timah ilegal di wilayah PT Timah Tbk. Sidang perdana Hendry Lie dijadwalkan akan digelar dalam waktu dekat, dengan agenda mendengarkan dakwaan dari jaksa penuntut umum.

Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran penting untuk memperkuat pengawasan tata niaga komoditas strategis di Indonesia serta mencegah kerugian negara yang lebih besar di masa mendatang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Jay Idzes Comeback, Sassuolo Takluk 2-4

JCCNetwork.id – Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, kembali tampil penuh selama 90 menit bersama Sassuolo setelah pulih dari cedera.Namun, comeback pemain berusia 26 tahun...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
RUU Perampasan Aset Harus Bisa Sita Hasil Kejahatan dari Penipuan Umrah Hingga Arisan Bodong
11:26
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya #shorts #trending
01:47
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya
10:33
Video thumbnail
Emak Emak Curhat ke Menteri Gegara Notaris Diduga Terbitkan 21 Surat Tanpa Saksi
09:59
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg
11:25
Video thumbnail
Penantian Berbuah Manis, Nasib PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Kini Jadi Penuh Waktu #shorts#trending
01:41
Video thumbnail
Pemerintah Putuskan PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Diangkat Jadi Penuh Waktu
11:26
Video thumbnail
Lawan Mafia Beras, Mentan Amran Siapkan Hadiah Buat Warga yang Berani Lapor #shorts #trending
01:54
Video thumbnail
Mentan Amran Siapkan Hadiah bagi Warga yang Berani Laporkan Mafia Beras SPHP
08:05
Video thumbnail
Tersangka Penyadapan Prabowo Bertambah, Irjen SU Diduga Beri Izin kepada Irjen AS #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Kasus Sadap Prabowo Kian Melebar, Irjen SU Diduga Izinkan Irjen AS Lakukan Penyadapan
05:44
Video thumbnail
Detik-Detik Gubernur Sherly Tampil Cantik di Hadapan Tim Kemendagri saat Presentasi
12:28
Video thumbnail
Di Tengah Gejolak Internal Polri, Suyudi Dapat Dukungan dan Bimbingan dari Para Senior #shorts
01:28
Video thumbnail
Di Tengah Kasus Penyadapan, Suyudi Dapat Dukungan Barisan Jenderal Senior Eks Kapolri
02:32
Video thumbnail
Rocky Gerung Blak-blakan soal Penyadapan, Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Singgung Kasus Penyadapan, Rocky Gerung Sebut Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap
08:26
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini
08:46
Video thumbnail
Sorotai Gejolak Internal Polri, Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Resah #shorts #trending
01:50

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER