Di Balik Spekulasi, Kabinet Prabowo-Gibran Masih Belum Final

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa daftar nama menteri untuk kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran yang beredar di publik belum final dan bukan berasal dari sumber resmi partai. Ia memastikan bahwa informasi tersebut masih berupa spekulasi yang beredar di masyarakat.

“Spekulasi aspirasi yang ada di tengah masyarakat mengenai daftar-daftar yang beredar itu saya pastikan belum fixed, bukan dikeluarkan dari sumber yang resmi,” kata Dasco, dikutip.

- Advertisement -

Terkait spekulasi yang menyebutkan bahwa Wakil Ketua Komisi I DPR, Sugiono, yang juga merupakan kader Gerindra, akan menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, Dasco menegaskan bahwa susunan kabinet masih dalam tahap pembahasan dan belum ada keputusan final.

“Belum ada yang final,” ucapnya.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai kemungkinan Sri Mulyani akan kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam kabinet Prabowo-Gibran, Dasco juga belum dapat memberikan kepastian.

- Advertisement -

“Waduh saya enggak tahu, nanti saya tanya saja sama yang bersangkutan,” ungkapnya.

Namun, Dasco membenarkan bahwa Sri Mulyani beberapa kali bertemu dengan Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono, dan calon presiden terpilih Prabowo Subianto. Salah satu pertemuan tersebut berlangsung di Kementerian Pertahanan pada Senin (9/9), yang turut membahas mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya, diskusi tersebut bukan pertama kalinya terjadi, meskipun baru kali ini terekspose oleh publik melalui unggahan di akun Instagram pribadi Sri Mulyani.

“Saya enggak bisa jawab soal itu karena kami belum pastikan,” tuturnya.

 

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Piala Dunia 2026 Bangkitkan Antusiasme Warga Palestina

JCCNetwork.id-Bergulirnya FIFA World Cup 2026 tetap disambut antusias oleh masyarakat Palestina di Tepi Barat meskipun Tim Nasional Palestina tidak berhasil mengamankan tempat di putaran...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER