Baginya, Presiden Jokowi seharusnya menerangkan terkait kegagalannya selama memimpin terlebih dalam aspek pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kan mestinya Jokowi terangkan, saya gagal di bidang pertumbuhan ekonomi, saya berbuat curang pada rakyat, karena APBN saya siram ke IKN, sehingga kemakmuran tidak terjadi,” pintanya.
“Saya tidak berhasil menjaminkan kepada sistem politik internasional, karena saya tidak pernah datang ke dunia internasional deplomat, dia mesti terangkan itu,” sambung dia.
Pasalnya, dengan presiden Jokowi menerangkan secara rinci setiap kegagalannya, baru rakyat bisa mengetahui dimana kesalahan Presiden Jokowi.
Akan tetapi, jika permintaan maaf Jokowi secara tiba-tiba di akhir masa jabatannya, kata dia, sembilan tahun menjabat ngapain saja.
“Jadi pertanggung jawaban publik itu yang diminta netizen dan oleh warga negara. Soal kesalahan personal tentu kita maafin kan. Jadi, kita maafin pak Jokowi sebagai kepala keluarga, bukan sebagai kepala negara,” jelasnya.



