Harga Minyak Turun Akibat Kekhawatiran Permintaan dari Tiongkok

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Harga minyak mengalami penurunan akibat kekhawatiran tentang permintaan dari Tiongkok pada Senin (15/7/2024), yang merupakan salah satu negara pengimpor terbesar, mengimbangi faktor-faktor yang mendukung harga seperti ekonomi Amerika Serikat, pembatasan pasokan oleh OPEC+, dan ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Menurut laporan Reuters pada Selasa (16/7/2024), harga minyak berjangka Brent turun 18 sen atau 0,2% menjadi US$ 84,85 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 30 sen atau 0,4% menjadi US$ 81,91 per barel.

- Advertisement -

“Data Tiongkok termasuk operasi kilang dan impor minyak mentah tidak mendukung. Namun, pertumbuhan permintaan di tempat lain masih sehat,” kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Perekonomian Tiongkok tumbuh lebih lambat dari yang diperkirakan pada kuartal II, dipengaruhi oleh penurunan properti yang berkepanjangan dan ketidakamanan pekerjaan, menghambat pemulihan ekonomi yang rapuh. Hal ini menimbulkan harapan bahwa pemerintah Beijing perlu mengeluarkan lebih banyak stimulus.

Produksi kilang minyak di Tiongkok turun 3,7% pada Juni dibandingkan tahun sebelumnya, mengalami penurunan selama tiga bulan berturut-turut akibat pemeliharaan terencana, margin pemrosesan yang lebih rendah, dan permintaan bahan bakar yang lesu, sehingga pabrik-pabrik independen terpaksa mengurangi produksi.

- Advertisement -

Di Amerika Serikat, pasar sedang fokus pada upaya pembunuhan terhadap mantan Presiden Donald Trump, yang menurut beberapa pihak dapat meningkatkan peluangnya untuk terpilih kembali.

Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa data inflasi untuk kuartal II sedikit meningkatkan keyakinan bahwa laju kenaikan harga kembali ke target bank sentral AS secara berkelanjutan. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pemangkasan suku bunga mungkin tidak lama lagi.

The Fed telah menaikkan suku bunga secara agresif pada 2022 dan 2023 untuk mengendalikan lonjakan inflasi. Peningkatan biaya pinjaman bagi konsumen dan bisnis telah memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan minyak.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Gangguan Suplai, Listrik Padam di Sejumlah Wilayah Jakarta

JCCNetwork.id- Sejumlah wilayah di DKI Jakarta mengalami pemadaman listrik pada Kamis (23/4/2026) akibat gangguan pada suplai kelistrikan. Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan saat ini...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER