JCCNetwork.id- Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menunjukkan aksinya dengan mengklaim bertanggung jawab atas penembakan dan pembakaran seluruh bangunan SD, SMP, SMA, dan SMK di Kampung Borban, Distrik Okbap, Kabupaten Pegunungan Bintang. Insiden tragis ini terjadi pada Jumat, 12 Juli 2024, dan menimbulkan kepanikan serta kecaman dari berbagai pihak.
Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, menyatakan bahwa tindakan pembakaran tersebut adalah bentuk penolakan terhadap upaya pembangunan oleh pemerintah Indonesia di wilayah Papua.
Menurut Sebby, pendidikan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia dianggap sebagai upaya untuk memutarbalikkan fakta sejarah dan menanamkan ideologi yang bertentangan dengan aspirasi kemerdekaan Papua kepada generasi muda Papua.
Tindakan brutal ini langsung mendapat respons tegas dari aparat keamanan. Pasukan gabungan TNI-Polri segera dikerahkan untuk mengejar para pelaku pembakaran. Kapolda Papua, Irjen Pol. Pihak aparat tidak akan tinggal diam dan akan melakukan segala cara untuk menindak para pelaku.
Aksi pembakaran ini juga menambah daftar panjang kekerasan yang dilakukan oleh KKB di Papua. Konflik bersenjata antara KKB dan aparat keamanan sering kali menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi yang besar, serta menghambat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua. Pemerintah Indonesia berupaya keras untuk menyelesaikan konflik ini melalui pendekatan keamanan dan pembangunan, namun tantangan yang dihadapi masih sangat kompleks.
Masyarakat setempat pun merasa khawatir dan cemas atas situasi yang tidak menentu ini. Banyak orang tua yang khawatir akan keselamatan dan pendidikan anak-anak mereka.



