Krisis Keterlambatan Penerbangan Haji Via Garuda Indonesia Dipertanyakan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Anggota Komisi VIII DPR, Iskan Qolba Lubis, menanggapi permasalahan serius terkait keterlambatan penerbangan Garuda Indonesia selama operasional haji 2024. Meskipun Garuda Indonesia dikenal sebagai maskapai domestik yang jarang terlambat, namun tahun ini mereka mengalami sejumlah masalah signifikan yang menyebabkan jemaah haji terlantar hingga 28 jam.

“Sebetulnya selama ini kan dari dulu bukan hanya puluhan tahun dia (menjadi maskapai) penerbangan haji. Selama ini kan di (penerbangan domestik) Indonesia juga kan sebetulnya paling mendekati tepat waktu, kalau saya lihat ya,” ucap Iskan di Jakarta, Rabu (9/7/2024), dikutip.

- Advertisement -

Iskan menyoroti bahwa masalah ini bukan hanya terjadi dalam operasional haji, tetapi juga dalam penerbangan domestik di Indonesia yang biasanya tepat waktu.

“Justru penerbangan di domestiknya bagus ya kan, nah tapi tidak tahu kenapa tahun ini (banyak delay selama operasional haji),” sambungnya.

Menurut Iskan, perlu dilakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengidentifikasi akar permasalahan yang mungkin disebabkan oleh keterbatasan pesawat, jadwal penerbangan yang sulit, atau waktu yang terlalu mepet.

- Advertisement -

“Semoga nanti Garuda bisa menjelaskan dengan Kemenag (Kementerian Agama) apa penyebabnya. Kita dengar dulu kan alasan dia. Bagus kalau Kemenag melakukan evaluasi, butuh perbaikan jadinya kan,” tegasnya.

Iskan juga mendukung langkah Kemenag yang mengancam akan mencoret Garuda dari daftar maskapai penerbangan haji tahun 2025 jika masalah ini tidak segera diatasi.

- Advertisement -

“Iyalah (kalau delay 28 jam), wajarlah kalau Dirjen Haji Kemenag (bersikap) tegas. Ya pasti Kemenag sudah punya standar ya, apalagi kan ada penerbangan pembanding juga kan,” ucapnya.

“Kan Saudi juga memberangkatkan 50 persen, kenapa Saudi bisa kenapa kita enggak. Padahal ini kan penerbangan merah putih gitu. Bagus sih, saya setuju kalau Kemenag memberikan teguran lah gitu ya,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, telah menyampaikan kekecewaannya atas pelayanan Garuda Indonesia yang menyebabkan jemaah haji mengalami keterlambatan yang signifikan.

“Dengan kejadian ini, Kementerian Agama akan mempertimbangkan kembali keterlibatan Garuda Indonesia pada penerbangan jemaah haji di tahun mendatang,” ucap Hilman di Jakarta, Senin (3/7/2024).

Ancaman pencoretan ini muncul setelah sejumlah keterlambatan yang sangat memengaruhi jemaah, seperti yang dialami oleh Kloter 9 Embarkasi Balikpapan yang terlantar selama 28 jam. Kondisi ini membuat jemaah harus mengalami kelelahan akibat menunggu penerbangan yang tertunda secara mendadak, seperti yang diungkapkan Hilman.

“Delay semacam ini membuat jemaah lelah. Mereka terpaksa harus membawa koper kabin kembali karena sudah di bus baru diinfo kalau ada delay. Ini kan melelahkan,” jelas Hilman.

“Bahkan jemaah sudah berada di bus dan siap menuju Bandara AMAA Madinah baru diinfo kalau ada delay. Ini kejadiannya mirip dengan KNO-03. Jelas Garuda Indonesia tidak profesional,” ujar Hilman.

- Advertisement -

BERITA TERBARU

spot_img

EKONOMI

TERPOPULER