JCCNetwork.id- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kedatangan dokter asing di Indonesia bukan untuk bersaing dengan tenaga kesehatan lokal, melainkan untuk menyelamatkan nyawa masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, kehadiran dokter spesialis dari luar negeri diperlukan karena Indonesia masih kekurangan tenaga medis, terutama dokter gigi dan tenaga kesehatan di daerah terpencil.
“Bukan masalah saing-saingan, ini masalah menyelamatkan nyawa 300 ribu orang Indonesia yang kena stroke, 250 ribu yang kena serangan jantung, 6.000 bayi yang kemungkinan besar meninggal tiap tahun,” kata Budi usai rapat bersama Komisi IX DPR di Jakarta, Rabu (3/7/2024).
Budi juga menyoroti kebutuhan akan transfer ilmu bedah toraks kardiovaskular bagi dokter lokal, yang dapat dipercepat melalui kolaborasi dengan dokter asing.
Dia menambahkan bahwa upaya ini terbukti efektif, seperti dalam kerja sama antara RSUP Adam Malik dengan Arab Saudi, yang telah memberikan operasi bagi anak-anak Medan yang menderita penyakit jantung bawaan.
Meskipun demikian, kebijakan ini belum sepenuhnya diterima oleh beberapa pihak yang mempertanyakan kualitas layanan dokter asing dan lokal di Indonesia.
Budi Sadikin menekankan bahwa pemerintah terus berupaya untuk mengatasi kekurangan ini demi meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.



