JCCNetwork.id- Dalam langkah strategis untuk mengantisipasi tingginya volume pengguna KRL Jabodetabek, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengumumkan pemesanan delapan rangkaian kereta tambahan dari produsen China, CRRC Sifang. Informasi ini disampaikan oleh Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, dalam rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.
Penambahan armada ini menjadi keputusan penting bagi KAI, terutama karena jumlah trainset yang akan diremajakan oleh PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA telah berkurang dari rencana awal. KAI menghadapi tantangan besar dalam menjaga kelancaran operasional dan ketersediaan armada, seiring dengan prediksi peningkatan volume penumpang yang bisa mencapai 362 juta pada tahun 2025.
Didiek menjelaskan bahwa keputusan untuk memesan tambahan rangkaian kereta dari CRRC Sifang dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kemampuan INKA dalam memenuhi kebutuhan remajakan trainset yang ternyata lebih rendah dari yang diharapkan. Hal ini memaksa KAI untuk mencari alternatif guna memastikan bahwa layanan KRL Jabodetabek tetap optimal dan mampu mengakomodasi lonjakan penumpang.
“Dengan jumlah penumpang yang terus meningkat setiap tahun, kami harus memastikan ketersediaan armada yang memadai,” ujar Didiek dalam rapat tersebut. “Penambahan ini adalah langkah penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang KRL Jabodetabek.”
Kerja sama dengan CRRC Sifang, produsen kereta terkemuka dari China, bukanlah hal baru bagi KAI. Pada Januari 2024, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), anak usaha KAI yang mengelola operasional KRL, telah menandatangani perjanjian untuk pembelian tiga trainset dari CRRC Sifang. Pemilihan CRRC Sifang didasarkan pada harga yang kompetitif dan spesifikasi teknis yang sesuai dengan kebutuhan operasional KRL di Indonesia.
Dengan tambahan delapan trainset yang baru dipesan ini, total 11 rangkaian kereta akan diimpor dari China. Rangkaian kereta ini diharapkan mulai tiba di Indonesia pada tahun depan, siap untuk mendukung operasional KRL Jabodetabek dan memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat.
Langkah KAI untuk memperkuat armada KRL melalui impor dari China menunjukkan komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan transportasi yang handal dan efisien bagi masyarakat. Selain itu, hal ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang KAI dalam menghadapi tantangan pertumbuhan volume penumpang yang signifikan.
KAI terus berupaya untuk meningkatkan layanan dan infrastruktur, termasuk dengan merencanakan peremajaan trainset melalui kerja sama dengan INKA dan mitra internasional. Penguatan armada ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna KRL Jabodetabek dan membantu mengurangi kepadatan yang sering terjadi pada jam-jam sibuk.























