“Beta (saya) berharap, jangan sampai karena beda pilihan, beda kandidat, kemudian itu dijadikan alasan kita untuk saling menjelekkan satu dengan yang lain,” kata Hamid Souwakil dalam keterangannya, Senin (24/6/2026).
“Momentum Pilkada 2024 ini adalah momentum untuk kita mengadu gagasan, saling memberikan pikiran-pikiran besar bagaimana Buru Selatan lebih baik lagi kedepan,” sambung AHS.
Selain itu, Hamid memandang suksesi Pilkada 2024 di Buru Selatan sejatinya menjadi tanggungjawab moral bersama.
Pasalnya, Pilkada 2024 nantinya tak hanya sebagai ajang memperebutkan kekuasaan semata. Namun, sebagai langkah strategis untuk memastikan hasil Pilkada nantinya menciptakan pemimpin yang bisa menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat Bursel.
“Pemilu Serentak 2024 ini bukan hanya sekedar bagaimana merebut kekuasaan, tetapi bagaimana katong (kita) sama-sama memastikan hasil Pilkada ini adalah orang yang nantinya bisa benar-benar menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat Buru Selatan,” tandasnya.



