JCCNetwork.id- Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, menilai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum percaya diri dalam menunjukkan keberanian untuk mengambil sikap oposisi. Hal ini ditelisik dari partai berlambang banteng tersebut belum serius dalam menunjukkan gestur politiknya.
Menurut Jerry, jika PDIP benar-benar berkomitmen menjadi oposisi, seharusnya mereka sudah menunjukkan kritik keras terhadap pemerintah, terutama dalam situasi yang menyulitkan rakyat seperti kenaikan harga BBM, kelangkaan minyak goreng, dan melonjaknya harga pangan.
“Seharusnya saat BBM (bahan bakar minyak) naik, minyak goreng langka, harga pangan naik, mereka menegur Jokowi (Joko Widodo),” kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie, Selasa (28/4/2024).
Jerry juga mengingatkan bahwa PDIP sering menggaungkan jargon ‘partai wong cilik’. Menurutnya, partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri itu seharusnya konsisten dengan jargon tersebut dan menunjukkan kepedulian nyata terhadap rakyat kecil, bukan hanya fokus pada kekuasaan dan jabatan. Bahkan seharusnya tidak ragu untuk mengkritik kebijakan yang merugikan rakyat.
“Jangan saat kalah saja baru menyerang pemerintah tapi seharusnya lantang saat ada situasi yang menyulitkan rakyat. Jangan sampai citra mereka berbalik menjadi hanya peduli kekuasaan dan jabatan ketimbang memikirkan nasib rakyat kecil,” ujar dia.
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, sebelumnya menyatakan bahwa partainya tidak ingin gegabah dalam menentukan sikap politik terhadap pemerintahan baru tersebut. Dalam pidato penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-5 PDIP di Beach City International Stadium, Jakarta Utara, Minggu (26/5/2024),
“Kalau menit ini saya ngomong, kan harus dihitung secara politik,” kata Megawati.
Sikap hati-hati ini dinilai oleh sebagian kalangan sebagai tanda ketidakpercayaan diri PDIP untuk mengambil peran oposisi yang kritis.



