JCCNetwork.id-PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali membuat gebrakan dengan rencana penerbitan surat utang senior senilai USD500 juta.
Langkah ini bukan hanya sekadar diversifikasi sumber pendanaan, tapi juga merupakan bagian dari strategi ekspansi global perusahaan.
Penerbitan Surat Utang Senior ini, yang dilakukan dalam denominasi Dolar Amerika Serikat, menegaskan komitmen BNI dalam memperluas cakupan keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dari dan ke luar negeri.
Program Euro Medium Term Note (EMTN) yang telah diperbaharui berkali-kali sejak 2020 memberikan landasan bagi penerbitan ini, dengan potensi total penerbitan mencapai USD2 miliar.
Direktur Keuangan BNI, Novita Widya Anggraini, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperluas sumber pendanaan dan meningkatkan ekspansi kredit dalam mata uang asing.
“Dengan penerbitan global bond ini, kami tidak hanya mengoptimalkan imbal hasil aset valas, tetapi juga meningkatkan kapasitas kami untuk mendukung pertumbuhan bisnis Indonesia secara global,” ujarnya.
Penerbitan obligasi ini akan tercatat di Singapore Exchange Securities Trading, dengan BNI Securities, Citigroup, dan JP Morgan sebagai Joint Lead Managers.
Pemeringkat S&P dan Fitch memberikan rating Baa2, BBB, dan BBB- untuk BNI sebagai issuer, menegaskan reputasinya di pasar global.
Langkah ini tidaklah asing bagi BNI, yang sebelumnya telah sukses dalam menerbitkan berbagai instrumen keuangan, termasuk program global CD USD1 miliar untuk BNI New York Agency pada tahun 2020 dan subordinated notes T2 USD500 juta pada tahun 2021.
Novita juga menyoroti kesuksesan BNI dalam menerbitkan instrumen permodalan Additional Tier-1 (AT1) Tahun 2021 sebesar USD600 juta, yang menjadi transaksi AT1 publik pertama di Indonesia.
Pada tanggal 27 Maret 2024, aktivitas penjajakan pasar dan pricing terkait rencana penerbitan surat utang senior ini menunjukkan respon positif dari investor global, dengan kelebihan permintaan hingga 6,4 kali dari rencana nilai awal pada tahap Initial Pricing Guidance (IPG).
“Tingginya minat investor global ini menegaskan kepercayaan mereka pada kinerja fundamental BNI dan kondisi ekonomi nasional yang stabil,” ungkap Novita.



