Mantan Ketua Ahoker Sebut Ahok Tak Lagi Sebagai Senjata Penting bagi PDIP

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Mantan Ketua Ahoker, Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro, menyoroti statement Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, politikus PDIP yang beberapa waktu lalu viral di media sosial video bertanya apakah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gibran Rakabuming bisa kerja atau tidak.

Dalam pernyataannya, ia menyatakan bahwa Ahok telah masuk “kotak” di matanya. Norman, yang dulu berjuang keras untuk Ahok untuk maju sebagai cagub DKIdengan mengumpulkan satu juta KTP, merasa kecewa dengan pernyataan Ahok.

- Advertisement -

“Bagi saya Ahok itu di mata saya udah masuk kotak. kasih tahu Ahok. karena saya ini bekas Ketua Ahoker,” kata Norman, dalam podcast JCCNetwork.

Menurut Norman, pernyataan Ahok sebelum pelaksanaan Pilpres 2024 tersebut justru menimbulkan dampak negatif terhadap capres PDIP, Ganjar Pranowo. Buktinya Ganjar hanya mampu meraih 16 persen suara.

Mereka berpendapat bahwa Ahok sebelumnya dianggap sebagai senjata politik penting bagi PDIP, namun sekarang keadaannya sudah berbeda banyak rakyat yang lebih percaya kepada Jokowi.

- Advertisement -

“Dipikirkan Ahok ini senjata nih di mata pdip. ternyata sudah beda zamannya. ternyata sudah beda zamannya. Kalau Ahok netral netral aja, mungkin sampai sekarang masih selamat. ternyata hanya segitu aja,” tandasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Eksekusi Hotel Sultan Berlangsung Tegang

JCCNetwork.id- Proses eksekusi lahan dan bangunan Hotel Sultan yang berada di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, berlangsung ricuh dan diwarnai ketegangan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER