Wisatawan Kanada Selamat dari Musibah Kebakaran Kapal di Kawasan Taman Nasional Komodo

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Pada hari Sabtu yang cerah di Labuan Bajo, Satuan Polisi Perairan dan Udara Polres Manggarai Barat, melakukan pemeriksaan terhadap dua wisatawan asal Kanada yang baru saja selamat dari dramatis kebakaran Kapal Layar Motor (KLM) Carpediem di perairan sekitar Pulau Siaba, Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Kanit Gakkum Satpolairud Polres Manggarai Barat, Aipda Gregorius Ang Bere, tujuan pemeriksaan adalah untuk memastikan kesehatan kedua korban dan merinci kronologi kejadian tragis tersebut.

- Advertisement -

“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi korban dalam keadaan sehat dan untuk mendapatkan kronologi singkat kejadian kebakaran kapal tadi,” katanya dikutip.

Pasangan suami istri, Kevin Stewart (67) dan Maureen Claine (66), menjadi saksi peristiwa mencekam saat kapal wisata yang mereka tumpangi, KLM Adena 02, mengalami masalah mesin pada hari kedua perjalanan wisata mereka.

Pada perjalanan wisata hari kedua, Sabtu (3/2), kapal wisata yang ditumpangi yakni KLM Adena 02 mengalami gangguan mesin, sehingga keduanya harus pindah kapal ke KLM Carpediem di perairan sekitar Pulau Siaba Kawasan TNK.

- Advertisement -

Usai pindah kapal, ternyata kapal itu terbakar. Para korban dapat diselamatkan dan dievakuasi ke Labuan Bajo.

“Pindah kapal itu sekitar pukul 14.00 Wita. Mereka baru saja menaruh barang di kamar, tour guide yang duduk di bagian atas kapal melihat pembuangan asap dari knalpot kapal merasa aneh karena kepulan asapnya lain. Kepulan asapnya sangat pekat dan hitam, tiba-tiba api membesar dari bagian bawah kapal, ia (tour guide) langsung melompat ke laut mengambil sekoci dan selamatkan tamu,” katanya.

Akibat kejadian, seluruh barang milik korban dan dokumen imigrasi berupa paspor ikut terbakar. Kerugian materil yang dialami korban ditaksir sekitar Rp30 juta.

“Tamu tidak alami luka, tapi paling penting paspor. Nanti di Polres Manggarai Barat bikin laporan dan nantinya mereka ke Kantor Imigrasi Bali, sudah koordinasi dengan Kantor Imigrasi di Bali jadi nanti mereka bisa terbang ke negara asalnya,” jelasnya.

Lebih lanjut kedua korban telah menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah dan telah membuat surat pernyataan untuk tidak memroses lebih lanjut kejadian kebakaran tersebut.

“Korban terima kejadian dan anggap ini musibah, sudah buat surat pernyataan sendiri untuk tidak komplain di kemudian hari dan pihak tour agent ganti semua barang-barang mereka. Sementara kami tunggu kapten kapal untuk menanyakan kronologi lebih lengkapnya,” katanya.

Korban kebakaran kapal wisata Maureen Claine didampingi pemandu wisata, Acoi, mengaku bersyukur bisa selamat dari kebakaran kapal tersebut.

Ia juga mengapresiasi pemandu wisata dan semua pihak yang dinilai sigap menyelamatkan dia dan suaminya.

“So good and we save (sangat baik dan kami selamat,” kata Maureen Claine sembari menepuk bahu Acoi usai menjalani pemeriksaan di Labuan Bajo.

Acoi dalam kesempatan itu mengatakan tidak mengetahui penyebab kebakaran kapal. Ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Saat ini kami dalam keadaan baik-baik saja,” katanya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Penalti Evandra Antar Indonesia U-19 ke Semifinal

JCCNetwork.id- Timnas Indonesia U-19 memastikan langkah ke babak semifinal Piala AFF U-19 2026 setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Vietnam dalam pertandingan terakhir Grup...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER