JCCNetwork.id – Isu Presiden Jokowi digadang-gadang menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) menggantikan Antonio Guterres menjadi topik hangat di masyarakat.
Diketahui, isu Jokowi jadi Sekjen PBB ini pun sempat viral di berbagai platform media sosial pada tahun 2023 lalu.
Dimana saat itu, ada video yang viral mengklaim Jokowi ditunjuk lansung oleh Sekjen PBB Antonio Guterres sebagai penggantinya usai selesai masa jabatannya pada Desember 2026 nanti.
Hingga pada Februari 2023 lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melebeli informasi itu hoaks alias informasi palsu.
Mekanisme Pemilihan Sekjen PBB
Lantas bagaimana mekanisme pemiihan Sekjen PBB yang harus kita pahami bersama sebagai berikut:
Proses pemilihan Sekretaris Jenderal PBB melibatkan beberapa tahap dan melibatkan partisipasi dari Dewan Keamanan, Majelis Umum, dan Sekretaris Jenderal yang aktif saat ini.
1. Nominasi
Negara-negara anggota PBB dapat mengajukan calon untuk jabatan Sekretaris Jenderal.
Calon biasanya diusulkan oleh negara anggota dan dapat mencakup individu dari berbagai latar belakang dan negara.
2. Pemantapan Nama (Straw Polls)
Dewan Keamanan PBB melakukan pemungutan suara informal untuk mengukur tingkat dukungan untuk setiap calon.
Pemungutan suara ini tidak mengikat, tetapi memberikan gambaran awal tentang siapa yang memiliki dukungan luas.
3. Konsultasi dan Wawancara
Dewan Keamanan dan Majelis Umum dapat melakukan konsultasi lebih lanjut dengan setiap calon untuk mengumpulkan informasi tambahan sebelum pemilihan resmi.
Baca Artikel Selengkapnya di Bawah









