JCCNetwork.id- Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mencatat penurunan jumlah gempa bumi di Bali sepanjang 2023. Dari 435 kejadian pada tahun sebelumnya, kini hanya terjadi 324 gempa bumi.
Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa meskipun jumlahnya berkurang, gempa tersebut masih berpotensi merugikan. Hanya satu gempa memiliki kekuatan setara atau di atas magnitudo 5. Dominasi gempa dengan kekuatan di bawah magnitudo 3 sebanyak 271 kali kejadian, sementara magnitudo 3 hingga kurang dari magnitudo 5 tercatat sebanyak 52 kali.
“Hanya satu kejadian gempa bumi dengan kekuatan di atas atau sama dengan magnitudo 5,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho di Denpasar, Minggu (31/12/2023).
Bali cenderung mengalami gempa bumi dangkal, dengan mayoritas terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer. Secara regional, termasuk Jawa Timur dan Nusa Tenggara, BBMKG mencatat 5.500 gempa bumi sepanjang tahun 2023, dengan variasi kekuatan dan kedalaman.
Cahyo menyoroti kompleksitas dinamika bumi, yang tercermin dari variasi episenter, hiposenter, dan kekuatan gempa. Meski belum dapat diprediksi, BBMKG terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui sosialisasi, simulasi, dan kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sebagai langkah konkret, BMKG bersama BPBD gencar membentuk komunitas masyarakat yang siap dan tanggap terhadap bencana. Program seperti “BMKG goes to school,” kesiapsiagaan bagi dunia usaha pariwisata, dan latihan waspada tsunami sudah berjalan.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk membangun bangunan tahan gempa guna meminimalkan risiko kerusakan dan korban jiwa. Walaupun jumlah gempa berkurang, pesan untuk tetap waspada dan siap menghadapi bencana tetap menjadi fokus utama.



