JCCNetwork.id – Menteri Kesehatan Australia, Mark Butler, mengumumkan langkah berani untuk melarang impor vape, termasuk rokok elektrik sekali pakai dan non-terapi, mulai bulan Januari mendatang. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya penggunaan perangkat yang mengandung nikotin di kalangan generasi muda.
Dikutip, Mark Butler menegaskan bahwa larangan ini merupakan langkah serius yang akan diperluas pada semua jenis vape non-terapi, termasuk vape isi ulang. Untuk mengawasi implementasi larangan ini, importir vape untuk keperluan medis harus mendapatkan izin khusus dari Kantor Pengawasan Obat (ODC).
Pemerintah Australia juga mengalokasikan dana sebesar 75 juta dolar Australia kepada Petugas Perbatasan Australia dan Therapeutic Goods Administration. Badan ini bertanggung jawab dalam meregulasi obat-obatan dan barang-barang terapeutik untuk menegakkan aturan-aturan baru yang diberlakukan.
“Ada vape kemasan unicorn berwarna merah muda, rasa permen karet yang disembunyikan untuk mereka di kotak pensil,” kata Butler dikutip.
menyoroti bahwa vape yang beredar bukanlah produk bersifat terapi untuk membantu perokok berhenti merokok. Sebaliknya, ia menekankan bahwa barang-barang ini sengaja dirancang untuk menarik perhatian anak-anak dan membuat mereka kecanduan nikotin. Langkah larangan ini bertujuan untuk melindungi generasi muda dari potensi bahaya kesehatan jangka panjang.
“Ini adalah barang-barang yang sengaja menargetkan anak-anak agar mereka kecanduan nikotin,” kata Butler.
Keputusan Australia untuk melarang impor vape menandai langkah penting dalam melindungi kesehatan generasi muda dari potensi risiko kesehatan yang terkait dengan penggunaan nikotin. Regulasi yang ketat dan pendekatan holistik terhadap pengawasan memastikan bahwa langkah-langkah ini dilakukan dengan cermat dan efektif.
























