JCCNetwork.id– Presiden Joko Widodo (Jokowi) diprediksi beralih mendukung pasangan calon (Paslon) Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto mengaku sedih dengan keputusan Jokowi dan turut menceritakan pesan Megawati Soekarnoputri ke mantan Gubernur DKI Jakarta itu saat akan menduduki kursi kepresidenan.
“Ibu (Megawati) bilang gini, ‘dik, jangan lihat Istana dari sisi terangnya, dari sisi gemerlapnya. Tetapi kenali sisi gelapnya kekuasaan. Maka dik Jokowi akan menjadi pemimpin’,” tutur Hasto dikutip pada Jumat (10/11/2023).
Presiden merupakan simbol kekuasaan suatu negara, sehingga oknum-oknum yang memiliki kepentingan terselubung bersedia menjadi penjilat hanya untuk menikmati kekuasaan yang dimiliki oleh kepala negara.
“Mohon maaf, kata ibu, kalau perlu menjilat pantatnya presiden. ‘Itu dari pengalaman saya loh, dik. Maka hati-hati betul, jaga pintu-pintu Istana dengan baik’,” ucap Hasto menirukan pesan Megawati kepada Presiden Jokowi.
Lanjut dia, bahwa Megawati pernah mengingatkan bahwa Istana Kepresidenan harus menjadi simbol pengambilan keputusan yang kredibel sebab berdasarkan pengalaman ketika Megawati berpasangan dengan Hamzah Haz.
“Maka kalau Pak Hamzah dikode ke ibu, ibu enggak jadi mengambil keputusan, ini karena Istana itu pusat pengambilan keputusan strategis. Ini yang disampaikan saat itu,” ujarnya.
Sekjen PDIP itu turut menyoroti bagaimana partainya mendukung sekaligus mengawal Presiden Jokowi dalam 20 tahun terakhir.
“Bahwa sakit ya kami enggak bisa menutup mata, kami sangat sedih itu. Ibu Megawati tuh mengawal Pak Jokowi, semua, dan kami juga,” ungkapnya.
Walaupun demikian, pihaknya bakal optimis dengan terus berjuang melanjutkan cita-cita untuk masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik.
“Tetapi yang paling penting bagi PDI Perjuangan bukan meratapi itu. Yang penting itu bagaimana seluruh cita-cita bangsa ini yang dibangun dengan tumpahan darah dan air mata,” tegasnya.



