Kapanewon Depok Target Turunkan Jumlah Sampah Hingga 5 Ton Perhari

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id– Kapanewon Depok, menjadi salah satu penghasilan sampah terbanyak di Kabupaten Sleman. Sebab dalam satu hari sebanyak 30 ton sampah keluar dari wilayah tersebut.

Maka itu Komisi C DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengundang DLHK DIY, DPU & ESDM DIY, Panewu atau Camat Depok, Lurah Maguwoharjo dan Caturtunggal serta lembaga terkait lain guna membahas masalah sampah sekaligus mengusung TPS 3R di Kapanewon Depok.

- Advertisement -

“Jadi pada intinya kita ingin adakan TPS 3R di Kapanewon Depok,” kata, Ketua Komisi C DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Gimmy Rusdin Sinaga ketika diwawancarai awak media, Jumat (3/11/2023).

Menurutnya, dengan diadakan TPS 3R bisa menekan pelonjakan sampah yang tengah naik drastis di wilayah tersebut.

“Meski ini baru wacana. Tapi Kapanewon-Kapanewon lain sudah ada sedangkan disini ngak ada?,” ucap Gimmy.

- Advertisement -

Ia turut membeberkan, opsi ini sudah disosialisasikan kemudian diterima dengan baik oleh masyarakat. Karena mereka sadar, urusan sampah bukan hanya tanggung jawab lembaga pemerintah, namun merupakan tugas bersama.

“Rencana ini disambut baik oleh masyarakat di Kapanewon Depok. Apalagi urusan sampah itu bukan hanya tugas pemerintah tapi tanggung jawab kita bersama,” imbuh Gimmy.

Ditempat yang sama Panewu atau Camat Depok, Wawan Widiantoro menyebut, TPS 3R adalah salah satu solusi ataupun kontribusi dalam menyelesaikan persoalan sampah yang tengah meningkat di Kapanewon Depok.

“Sebab volume sampah yang terbesar di Kabupaten Sleman berada di kecamatan atau Kapanewon Depok. Maka dengan diadakan pengelolaan sampah terpadu atau TPS 3R bisa mereduksi atau meminimalisir produksi sampah yang dapat di kelola di Depok sendiri,” jelas Wawan.

Ia mengungkapkan bahwa Kapanewon Depok merupakan cerminan dari semua wilayah di Kabupaten Sleman, lantaran telah dibentuk 65 Kelompok Pengolahan Sampah Mandiri (KPSM) yang diinisiasi langsung oleh masyarakat.

“Dimana tugasnya untuk memberi edukasi dan memberikan sosialisasi ke masyarakat dan juga memastikan setiap rumah tangga sudah memilah sampah di rumah masing-masing,” ujarnya.

Maka Panewu Depok itu menaroh harapan agar agenda TPS 3R bisa terlaksana agar mengurangi produksi sampah. Meskipun demikian ia juga tak kaget terkait adanya masyarakat yang belum menjalankan edukasi.

“Tetapi kita usahakan, kedepannya Kapanewon Depok hanya hasilkan 5 ton sampah perhari, maka itu setiap tahun dilakukan edukasi dan sosialisasi di RW-RW yang dilihat secara peta belum laksanakan pemilahan sampah,” pungkasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Skincare Bermerkuri Masih Dijual Bebas, Pemohon Merasa Dirugikan Gugat ke MK

JCCNetwork.id- Seorang pemohon bernama Bernita Matondang mengajukan permohonan uji materi ke Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 30 ayat (2), ayat (4), dan ayat (5) dalam...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER