JCCNetwork.id- Seorang teolog dan sejarawan terkemuka, Dr. Bambang Noorsena, menekakan bahwa Saksi Yehuwa, bukanlah sebagai pemeluk agama Kristen.
Menurut Dr. Bambang, menekankan sejarah gereja-gereja di seluruh dunia ini muncul dalam menjadi tiga kategori utama. Pertama adalah gereja Ortodoks, yang kedua adalah Gereja Katolik, dan yang ketiga adalah gereja-gereja reformasi atau Protestan. Perpecahan antara gereja Ortodoks dan Gereja Katolik dikenal sebagai skisma.
Orang Ortodoks menganggap bahwa Katolikisme merupakan hasil skisma dari gereja Ortodoks, sementara Katolik meyakini sebaliknya. Gereja Protestan, di sisi lain, muncul sebagai hasil dari gerakan reformasi oleh Martin Luther.
Meskipun memiliki iklisiologi yang berbeda, ketiga kelompok ini tetap memegang prinsip-prinsip iman yang sama, terutama mengenai keesaan Allah dan ajaran Tritunggal Maha Kudus.
“Saksi yehuwa bukan Kristen,” kata Dr. Bambang dalam tayangan video yang dikutip dari akun medsos TikTok victoriouslife77.
Dr. Bambang kembali menekankan bahwa, Saksi Yehuwa memiliki perbedaan keyakinan yang signifikan. Beberapa perbedaan mencakup penolakan terhadap konsep neraka, penyangkalan Tritunggal, dan keyakinan mereka bahwa Yesus adalah malaikat Mikail yang menjadi manusia. Mereka juga mengklaim bahwa hanya 144.000 orang yang akan masuk surga, dan Firdaus akan dibangun di bumi setelah mereka terbunuh di surga.
Lalu Saksi Yehuwa mulai kapan? Adanya baru saja kemarin sore,” ucapnya.























