JCCNetwork.id- Calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, menyatakan keprihatinannya terhadap stereotip bahwa pendidikan tinggi di Indonesia saat ini dianggap mahal dan sulit diakses oleh semua kalangan.
“Sangat senang, bagaimana menyelesaikan problem-problem anak muda dari mulai soal pendidikan, kebebasan berkspresi, sampai soal lingkungan hidup, hingga pengambilan keputusan,“ kata Anies usai Ikuti acara Idea Fest, di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (30/9/2023).
Anies juga menyebutkan bahwa saat ini hanya 14 persen dari 86 juta usia sekolah di Indonesia yang dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi. Menurutnya, perlu ada alokasi anggaran yang lebih besar agar pendidikan tidak hanya dianggap sebagai beban, melainkan sebagai investasi bagi generasi muda.
Anies menjelaskan bahwa ketika pendidikan dipandang sebagai investasi, masyarakat akan lebih bersedia mengalokasikan dana yang cukup besar untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Mereka menyadari bahwa investasi ini akan menghasilkan manfaat yang sepadan.
“Ketika tidak mau memberikan cukup jangan harap mendaptkan yang besar juga,” tandasnya.



