JCCNetwork.id – Pada tanggal 1 Oktober 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dari Belanda. Proklamasi ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Namun, setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha menguasai kembali wilayah tersebut.
Periode ini dikenal dengan sebutan Agresi Militer Belanda I, yang dimulai pada tanggal 21 Juli 1947. Agresi ini menyebabkan perang antara pasukan Indonesia dan pasukan Belanda.
Meskipun Indonesia tidak memiliki persenjataan dan perlengkapan militer yang memadai pada saat itu, semangat perjuangan rakyat Indonesia sangat tinggi.
Pada tanggal 1 Oktober 1945, Menteri Luar Negeri Indonesia, Achmad Soebardjo, menyampaikan pidato di hadapan Majelis Umum PBB, menegaskan hak dan keberadaan Indonesia sebagai negara merdeka.
Pidato ini merupakan salah satu langkah diplomasi penting yang di lakukan Indonesia untuk mendapatkan dukungan internasional dalam perjuangan melawan penjajah Belanda.
Tanggal 1 Oktober juga di peringati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pada tahun 1965, terjadi peristiwa G30S/PKI, sebuah kudeta militer yang mencoba menggulingkan pemerintahan Sukarno.
Setelah peristiwa tersebut, pemerintahan Orde Baru yang di pimpin oleh Soeharto menetapkan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi resmi Indonesia.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bertujuan untuk mengenang peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Indonesia dan memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Sejak saat itu, 1 Oktober di Indonesia di peringati dengan berbagai kegiatan seperti upacara bendera, pawai, seminar, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam mencapai kemerdekaan serta menghormati nilai-nilai Pancasila sebagai landasan negara.



