JCCNetwork.id- TikTok baru-baru ini memperkenalkan fitur yang memungkinkan pembuat konten untuk dengan jelas menyatakan jika konten mereka dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Pengumuman ini mengikuti penggunaan yang lebih luas AI dalam pembuatan konten di platform tersebut.
Sebelumnya, pedoman pengguna TikTok telah mengharuskan pengguna untuk mengungkapkan penggunaan alat AI dalam konten mereka. Sekarang, fitur baru ini akan memaksa pengguna untuk secara aktif mengaktifkan label AI, yang akan muncul di sudut video di bawah nama pengguna. Ini juga akan disertai dengan peringatan bahwa konten dapat dihapus jika informasi ini tidak diungkapkan.
TikTok juga mengumumkan rencananya untuk menguji sistem otomatis yang akan menandai konten yang dihasilkan oleh AI. Hal ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak transparansi dan informasi kepada pemirsa tentang cara konten dibuat.
Penggunaan AI dalam konten TikTok telah berkembang pesat, baik oleh pengguna individu maupun perusahaan. Ini termasuk penggunaan perangkat lunak kloning suara AI untuk membuat konten viral seperti lagu-lagu palsu dan klip video palsu dari selebriti yang telah menarik jutaan penonton.
TikTok juga berkomitmen untuk mengubah nama efek yang menggunakan AI dengan mencantumkan kata “AI” dalam nama mereka, serta mengharuskan pembuat efek untuk mematuhi aturan ini. Langkah-langkah ini diharapkan akan meningkatkan integritas dan transparansi dalam konten yang dibagikan di platform TikTok.



